Mobil

BYD dan Geely Disorot Regulator China, Industri Mobil Negeri Tirai Bambu Mulai Diawasi Ketat

Moveroad.id – Industri otomotif China tengah menghadapi ujian baru. Setelah bertahun-tahun bergerak agresif dengan kecepatan pengembangan produk yang sulit ditandingi produsen otomotif global, regulator kini mulai memperketat pengawasan terhadap kualitas dan keselamatan kendaraan.

Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah kendaraan dari BYD dan Geely ditemukan memiliki ketidaksesuaian dengan dokumen dan spesifikasi yang telah didaftarkan.

Beberapa temuan mencakup wheelbase yang berada di luar batas toleransi, konsumsi bahan bakar aktual yang lebih tinggi dibandingkan angka yang dideklarasikan, hingga kendaraan yang dikirim tanpa buku panduan pemilik.

Baca juga: BYD Kena Mental! Toyota Luncurkan Roomy, Harganya Lebih Murah dari Racco

Temuan ini muncul hanya beberapa hari setelah empat kementerian di China, termasuk Ministry of Industry and Information Technology atau MIIT, meluncurkan kampanye inspeksi nasional selama satu tahun yang menargetkan kualitas produksi dan keselamatan kendaraan.

Salah satu langkah yang kini menjadi bagian dari pengawasan adalah inspeksi mendadak ke fasilitas produksi.

Industri Mobil China Terlalu Cepat?

Pertumbuhan industri otomotif China selama beberapa tahun terakhir memang berlangsung sangat agresif. Produsen lokal berlomba menghadirkan model baru dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan siklus pengembangan kendaraan pada produsen otomotif konvensional.

Rata-rata pengembangan model baru di China disebut dapat diselesaikan sekitar dua tahun, sementara sejumlah produsen global masih membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk membawa produk baru dari tahap pengembangan hingga masuk ke ruang pamer.

Ambisi industri otomotif China bahkan belum berhenti di situ.

IAT Automobile Technology bersama China Association of Automobile Manufacturers sebelumnya mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk memangkas waktu pengembangan kendaraan hingga sekitar 18 bulan.

Namun, kecepatan tersebut kini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan regulator.

Pemerintah China mulai mempertanyakan apakah percepatan pengembangan produk yang begitu agresif masih dapat berjalan beriringan dengan proses pengujian, validasi, serta pengawasan kualitas yang memadai.

BYD dan Geely Masuk Temuan Pemeriksaan

Dokumen kasus yang melibatkan MIIT menunjukkan sejumlah ketidaksesuaian pada kendaraan yang diperiksa.

Salah satu model Geely EX2 yang dipasarkan di pasar domestik China dengan nama Xingyuan disebut memiliki penyimpangan wheelbase yang melebihi batas toleransi satu persen.

Sementara itu, salah satu unit BYD Qin L DM-i tercatat memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan angka yang sebelumnya dideklarasikan ketika beroperasi dalam mode charge-sustaining.

Selain itu, terdapat pula kendaraan yang ditemukan tidak dilengkapi buku panduan pemilik.

Regulator juga menemukan sejumlah persoalan lain terkait perangkat keselamatan, termasuk sistem perlindungan benturan samping dan perangkat keselamatan jendela darurat yang belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Temuan tersebut memperkuat alasan pemerintah China untuk meningkatkan pengawasan terhadap produsen otomotif lokal.

Sekitar 100 Produsen Masuk Program Inspeksi

Kampanye inspeksi nasional yang dimulai pada 27 Agustus mewajibkan sekitar 100 produsen otomotif domestik menyerahkan laporan mengenai kualitas produk, reliabilitas, dan daya tahan kendaraan kepada otoritas setempat sebelum akhir 2026.

Produsen juga diwajibkan segera melaporkan dan menjalankan penarikan kembali atau recall secara sukarela apabila menemukan adanya cacat pada produk mereka.

Dalam proses pemeriksaan, regulator tidak hanya mengandalkan laporan dari produsen.

Inspektur dapat mengambil sampel kendaraan dan komponen langsung dari pabrik maupun jaringan dealer. Konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak kendaraan kemudian diamankan sebelum unit dikirim untuk menjalani serangkaian pengujian.

Pengujian tersebut mencakup struktur kendaraan, keselamatan saat kecelakaan, hingga sistem baterai.

Tidak hanya itu, aspek keamanan siber dan keamanan data juga masuk ke dalam ruang lingkup pengawasan.

Uji Jalan Mobil Listrik Bisa Diperpanjang hingga 30.000 Km

Salah satu kebijakan yang juga tengah dipertimbangkan adalah memperpanjang jarak uji jalan wajib untuk kendaraan listrik.

Regulator China dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan jarak pengujian menjadi 30.000 kilometer, atau sekitar dua kali lebih jauh dibandingkan ketentuan sebelumnya.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, proses validasi kendaraan berpotensi menjadi lebih panjang dan menambah waktu sebelum sebuah model baru bisa dipasarkan.

Langkah ini dapat menjadi tantangan bagi produsen China yang selama ini menjadikan kecepatan pengembangan sebagai salah satu keunggulan utama.

Di tengah persaingan harga yang semakin ketat dan kapasitas produksi yang besar, produsen juga menghadapi tekanan untuk menekan biaya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mendorong sejumlah perusahaan memperpendek atau mengurangi tahapan validasi produk demi mempercepat peluncuran kendaraan baru.

Dampaknya Bisa Menjalar ke Pasar Global

Pengawasan ketat regulator China tidak hanya berdampak pada pasar domestik.

Produsen seperti BYD dan Geely kini semakin mengandalkan ekspor sebagai salah satu strategi pertumbuhan di tengah kompetisi harga yang sengit di pasar domestik.

Karena itu, setiap persoalan terkait kesesuaian spesifikasi, kualitas, maupun keselamatan kendaraan dapat berdampak pada reputasi merek di pasar internasional.

Terlebih, ekspansi kendaraan buatan China ke berbagai negara terus meningkat. Persepsi mengenai kualitas dan ketahanan produk menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.

Ke depan, industri otomotif China kemungkinan akan menghadapi pilihan yang semakin sulit: mempertahankan kecepatan peluncuran produk atau memperpanjang proses pengujian demi memastikan kualitas dan keselamatan.

Sejumlah produsen mungkin akan memilih memperlambat siklus pengembangan kendaraan. Di sisi lain, perusahaan dengan sumber daya lebih besar berpeluang mempertahankan kecepatan inovasi sambil meningkatkan investasi pada proses pengujian, validasi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Langkah regulator China ini pada akhirnya dapat menjadi titik penting bagi industri otomotif Negeri Tirai Bambu. Setelah bertahun-tahun dikenal karena kecepatan menghadirkan teknologi dan model baru, produsen mobil China kini dituntut membuktikan bahwa pertumbuhan cepat juga dapat berjalan seiring dengan kualitas, keselamatan, dan keandalan jangka panjang.

Related Articles

Back to top button