Mobil

Mobil China Lagi Aja, SUV Voyah Taishan Terekam Melaju Menyamping di Jalan Tol 

Moveroad.id – Sebuah video yang memperlihatkan SUV Voyah Taishan melaju dengan posisi bodi tidak sejajar terhadap arah kendaraan menjadi perbincangan di media sosial China.

Dalam rekaman dashcam yang beredar, SUV tersebut terlihat bergerak secara diagonal ketika melintas di jalur cepat jalan tol. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kinerja sistem kemudi roda belakang atau rear-wheel steering yang digunakan kendaraan tersebut.

Meski terlihat tidak lazim, penyebab pasti kejadian itu belum dapat dipastikan. Belum tersedia data diagnostik maupun hasil pemeriksaan teknis yang dapat menjelaskan mengapa kendaraan bergerak dengan posisi demikian.

Mengenal Teknologi Rear-Wheel Steering Voyah Taishan

Voyah Taishan merupakan SUV berukuran besar yang dibekali teknologi kemudi empat roda. Berdasarkan spesifikasi pabrikan, sistem rear-wheel steering pada Taishan memungkinkan roda belakang berbelok hingga 16 derajat ke kedua arah.

Teknologi tersebut membantu kendaraan memiliki radius putar minimum sekitar 5,4 meter, meskipun dimensi bodinya tergolong besar.

Baca juga: DFSK E5 Plus Roadshow ke 50 Mall, Perluas Jejak PHEV di Jabodetabek

Sebagai gambaran, Voyah Taishan memiliki panjang 5.230 mm, lebar 2.025 mm, tinggi 1.817 mm, serta wheelbase mencapai 3.120 mm. Pada prinsipnya, sistem kemudi roda belakang memungkinkan kendaraan bermanuver lebih fleksibel.

Ketika melaju pada kecepatan rendah, roda belakang umumnya bergerak berlawanan arah dengan roda depan untuk memperkecil radius putar.

Sebaliknya, pada kondisi tertentu dan kecepatan lebih tinggi, roda belakang dapat bergerak searah dengan roda depan guna memengaruhi respons serta stabilitas kendaraan.

Namun, karakter pengoperasian sistem ini berbeda-beda sesuai rancangan masing-masing pabrikan.

Mengapa Mobil Bisa Melaju Menyamping?

Fenomena yang terlihat dalam video tersebut dapat dikaitkan dengan kondisi yang dikenal sebagai rear-axle thrust-angle offset.

Secara sederhana, kondisi ini terjadi ketika arah efektif pergerakan roda belakang tidak sejajar dengan garis tengah longitudinal kendaraan.

Akibatnya, bodi mobil dapat terlihat bergerak diagonal meskipun kendaraan tetap melaju mengikuti arah jalan.

Dalam situasi tertentu, kondisi tersebut juga dapat membuat pengemudi harus melakukan koreksi kemudi untuk mempertahankan arah kendaraan.

Meski demikian, rekaman yang beredar belum memperlihatkan informasi mengenai kecepatan aktual, sudut roda, maupun input kemudi pengemudi.

Karena itu, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kerusakan sistem rear-wheel steering.

Gangguan pada komponen sasis maupun sistem kontrol kendaraan juga belum dapat dikesampingkan.

Pernah Ada Laporan Gangguan Kemudi Belakang

Menariknya, laporan mengenai gangguan kemudi roda belakang pada kendaraan Voyah sebelumnya pernah muncul di China.

Pada September 2026, media lokal Xinwang melaporkan keluhan seorang pemilik Voyah Taishan X8 di Wuhan.

Pemilik tersebut mengaku mendapatkan peringatan kegagalan sistem rear-wheel steering hanya sehari setelah menerima kendaraan.

Menurut laporan tersebut, pihak dealer awalnya menduga terdapat masalah pada rakitan kemudi belakang dan merekomendasikan penggantian komponen.

Persoalan itu kemudian diselesaikan melalui kesepakatan antara pemilik dan dealer.

Kendati demikian, kasus tersebut merupakan laporan terpisah dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa kendaraan dalam video mengalami kerusakan serupa.

Bahkan, identitas varian Voyah yang terlihat dalam rekaman jalan tol tersebut belum terkonfirmasi secara pasti.

Perlu Pemeriksaan Teknis Lebih Lanjut

Pergerakan diagonal secara terus-menerus ketika kendaraan melaju di jalan tol bukanlah kondisi berkendara yang normal.

Selain berpotensi memengaruhi kendali kendaraan, ketidaksejajaran arah roda juga dapat meningkatkan gesekan ban terhadap permukaan jalan.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan peningkatan temperatur serta tekanan tambahan pada ban.

Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kerusakan ban maupun komponen lain benar-benar terjadi dalam insiden yang terekam.

Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan fisik kendaraan dan analisis data diagnostik, termasuk respons sistem elektronik ketika kejadian berlangsung.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa teknologi kemudi canggih membutuhkan integrasi mekanis dan elektronik yang presisi, terutama ketika diterapkan pada SUV berukuran besar dengan bobot kendaraan yang tidak ringan.

Related Articles

Back to top button