Mobil

Hyundai Serahkan 11 Bus Listrik untuk Bali, Gandeng Karoseri Lokal Laksana

Moveroad.id – Upaya elektrifikasi transportasi publik di Bali memasuki babak baru. Hyundai Motor Company menyerahkan 11 unit bus listrik County EV hasil kolaborasi dengan karoseri lokal Laksana untuk mendukung pengembangan layanan angkutan umum berbasis listrik di Pulau Dewata.

Penyerahan armada tersebut berlangsung dalam acara Peluncuran Bus Listrik dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility pada 22 Oktober 2026.

Program ini menjadi inisiatif pertama penerapan transportasi publik berbasis listrik di Bali, sekaligus bagian dari kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi.

Menariknya, proyek ini tidak hanya mengandalkan teknologi kendaraan listrik dari Korea Selatan. Hyundai menggandeng Laksana sebagai mitra lokal untuk pengembangan dan produksi bodi bus, sementara Hyundai menyediakan platform kendaraan listriknya.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan keterlibatan industri karoseri nasional dalam pengembangan ekosistem transportasi listrik di Indonesia.

Hyundai County EV, Sekali Cas Bisa Tempuh Lebih dari 200 Km

Sebanyak 11 unit Hyundai County EV yang diserahkan merupakan bus listrik berukuran sedang dengan panjang sekitar 8 meter.

Dimensinya yang relatif ringkas memungkinkan kendaraan ini digunakan untuk kebutuhan transportasi perkotaan maupun layanan mobilitas di kawasan wisata.

Baca juga: Hyundai Menggila Banderol Ioniq V Cuma Rp270 Juta

Setiap unit memiliki kapasitas angkut hingga 20 penumpang dan dibekali baterai berkapasitas 128 kWh. Hyundai mengklaim bus tersebut mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.

Dengan kemampuan tersebut, County EV diharapkan dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat maupun wisatawan, sekaligus mengurangi ketergantungan transportasi publik terhadap bahan bakar fosil.

Meski demikian, jarak tempuh aktual tetap bergantung pada kondisi operasional, termasuk jumlah penumpang, karakter rute, penggunaan pendingin udara, dan kondisi lalu lintas.

Bagian dari Kerja Sama Indonesia dan Korea Selatan

Kehadiran bus listrik Hyundai di Bali merupakan bagian dari Bali E-Mobility Project yang diinisiasi Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan (MCEE) bersama Global Green Growth Institute (GGGI).

Program ini merupakan kelanjutan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang terjalin pada 2025.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi sistem transportasi Bali menuju penggunaan kendaraan berbasis listrik.

Pada semester kedua 2025, GGGI memulai proses pengadaan armada dan kemudian menunjuk Hyundai Motor sebagai penyedia kendaraan.

Pemilihan Hyundai didasarkan pada sejumlah pertimbangan, mulai dari kualitas kendaraan listrik, kemampuan layanan purnajual, hingga pengalaman perusahaan dalam menangani proyek transportasi melalui skema bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA).

Acara penyerahan armada turut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu, Gubernur Bali Wayan Koster, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Hyundai Siapkan Pemantauan Operasional Bus Listrik

Penyerahan kendaraan bukan menjadi akhir keterlibatan Hyundai dalam proyek elektrifikasi transportasi Bali.

Pabrikan asal Korea Selatan tersebut juga akan mendukung tahap awal operasional melalui program EV Bus Field Quality Assurance.

Program ini mencakup pembentukan pusat pemantauan kualitas kendaraan di lokasi untuk mengawasi kondisi armada dan performa operasional sejak bus mulai digunakan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi kendaraan listrik untuk angkutan umum. Pasalnya, keberhasilan elektrifikasi transportasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan armada, tetapi juga keandalan kendaraan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta dukungan teknis selama pengoperasian.

Hyundai berharap pendekatan tersebut dapat membantu memastikan kelancaran penggunaan bus listrik dalam jangka panjang.

Hyundai Bidik Perluasan Bisnis Bus Listrik di Indonesia

Bali bukan menjadi kota pertama di Indonesia yang menggunakan armada Hyundai County EV untuk transportasi publik.

Sebelumnya, Hyundai telah menyediakan kendaraan serupa untuk mendukung layanan angkutan umum di Surabaya pada November 2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan perusahaan dalam memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di Indonesia.

Chul Youn Park, Senior Vice President and Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division Hyundai Motor Company, mengatakan perusahaan melihat peluang besar dalam pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia.

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam mendukung transisi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di Bali melalui penyediaan bus listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Hyundai berkomitmen memperluas bisnis kendaraan niaga listrik di berbagai kota dan wilayah Indonesia dengan mengandalkan kualitas produk serta dukungan operasional yang telah teruji.

Ke depan, Hyundai juga membidik peluang pengembangan kendaraan listrik di sejumlah kota besar lainnya, termasuk Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.

Bagi Bali, kehadiran 11 unit County EV menjadi langkah awal menuju pengembangan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

Terlebih, sebagai salah satu destinasi wisata internasional, Bali memiliki kebutuhan mobilitas yang tinggi. Penggunaan bus listrik berpotensi membantu mengurangi emisi langsung dari kendaraan sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang lebih senyap.

Kolaborasi Hyundai dan Laksana juga membuka gambaran bagaimana teknologi elektrifikasi global dapat dipadukan dengan kemampuan manufaktur lokal untuk mendukung transformasi transportasi nasional.

Related Articles

Back to top button