BMW Passato Tampil di SEMA Show 2026, Bawa Motif Batik Sumatera ke Panggung Dunia
Moveroad.id – Kreativitas anak bangsa kembali mendapat panggung di industri otomotif internasional. Kali ini, BMW Passato, mobil modifikasi berbasis BMW 320 tahun 2010, tampil di ajang SEMA Show 2026 di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat, pada 3–6 November 2026.
Menariknya, mobil garapan builder Indonesia tersebut tidak hanya mengandalkan ubahan visual dan detail modifikasi. BMW Passato juga membawa kekayaan budaya Nusantara melalui penggunaan motif batik Sumatera yang diaplikasikan pada seluruh bagian bodi.
Penampilannya semakin istimewa berkat kolaborasi dengan rumah busana Shizka Prive yang menghadirkan rancangan fashion eksklusif. Perpaduan otomotif dan fashion ini menjadi cara berbeda untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada pengunjung dari berbagai negara.
BMW Passato Usung Motif Batik Sumatera
Konsep visual BMW Passato dirancang oleh Andre Mulyadi, Founder National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat.
Andre menggabungkan karakter warna mencolok khas era 1990-an dengan motif batik Sumatera. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan yang kontras, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya Indonesia sebagai elemen utama.
Baca Juga: NMAA Ultimate Builder Hadirkan 200 Mobil Modifikasi Terbaik di IMX 2026
Konsep desain kemudian diterjemahkan oleh Musa Tjahjono dari Musartwork, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan desainer West Coast Customs.
Sementara pengerjaan teknis airbrush dan pengecatan detail ditangani Tomi Gunawan dari Tomi Airbrush. Untuk menghasilkan tampilan eksterior yang maksimal, proses pengecatan menggunakan material dari ABCA Spider.
Tahapannya meliputi aplikasi epoxy, base coat, cat xirallic, pernis, hingga lapisan akhir menggunakan coating dari Wetgloss. Kombinasi pengerjaan tersebut membuat motif batik Sumatera tampil menyatu dengan keseluruhan desain bodi BMW Passato.
Shizka Prive Hadirkan Konsep Sumatera Fusion
Tidak hanya pada kendaraan, identitas budaya Sumatera juga diterjemahkan melalui koleksi busana khusus rancangan Shizka Prive. Mengusung tema Sumatera Fusion Heritage in Motion, busana tersebut memadukan kekayaan tradisi Sumatera dengan pendekatan fashion modern yang elegan.
Konsep ini membawa pesan bahwa warisan budaya tidak harus berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Tradisi dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar identitasnya. Pesan tersebut dirangkum melalui tagline Melaju dengan Kecepatan, Berakar pada Budaya.
Shizka mengatakan, keikutsertaan di SEMA Show 2026 bukan sekadar kesempatan memperlihatkan karya kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi misi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.
“Membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung sebesar SEMA Show 2026 bukan sekadar unjuk karya, melainkan sebuah misi kebudayaan. Kami ingin membuktikan bahwa warisan tradisi Nusantara sangat dinamis dan mampu berdiri anggun serta relevan di tengah gelombang modernisasi global,” ujar Shizka.
Ia menambahkan, perpaduan fashion dan otomotif dapat menjadi medium untuk memperlihatkan keindahan identitas bangsa kepada dunia.
Kolaborasi Shizka Prive dengan NMAA di panggung internasional ini juga bukan pengalaman pertama. Sebelumnya, Shizka Prive telah beberapa kali terlibat dalam proyek pendampingan mobil modifikasi karya builder Indonesia di Osaka Auto Messe, Jepang.
Kolaborasi Otomotif dan Fashion Perkenalkan Budaya Indonesia
Kehadiran BMW Passato dan Shizka Prive di SEMA Show 2026 memperlihatkan bagaimana industri kreatif memiliki ruang kolaborasi yang luas.
Modifikasi kendaraan tidak lagi sebatas mengubah tampilan, performa, maupun karakter sebuah mobil. Melalui pendekatan desain dan fashion, kendaraan juga dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita serta memperkenalkan identitas budaya suatu bangsa.
Perpaduan batik Sumatera dengan desain BMW Passato menjadi salah satu pendekatan untuk membawa warisan budaya Indonesia ke lingkungan otomotif global.
Di sisi lain, keterlibatan desainer, modifikator, dan pelaku industri fashion Indonesia memperlihatkan potensi kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan karya yang memiliki karakter kuat.
Melalui SEMA Show 2026, BMW Passato dan Shizka Prive membawa pesan bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya mampu bersaing dalam aspek teknis dan desain, tetapi juga dapat memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui medium yang lebih modern dan universal.



