Mercedes-Benz Kembangkan Tiga Teknologi Masa Depan, dari Layar Pintar hingga Power Converter
Moveroad.id – Mercedes-Benz terus mengembangkan teknologi otomotif untuk menjawab kebutuhan mobilitas masa depan. Memasuki 140 tahun perjalanan inovasinya, pabrikan asal Jerman tersebut memperkenalkan sejumlah proyek riset yang berfokus pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, pengalaman digital, serta efisiensi kendaraan listrik.
Tiga teknologi yang tengah dikembangkan mencakup layar LED terintegrasi pada kaca kendaraan, Holographic Display yang memanfaatkan kaca depan sebagai media informasi, serta Power Converter untuk mendukung sistem penggerak listrik bertegangan tinggi hingga 800 volt.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Mercedes-Benz menghadirkan inovasi yang tidak sekadar menawarkan kecanggihan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengguna dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Komitmen itu sejalan dengan filosofi “Welcome home”, yang menjadi gambaran pengalaman berkendara khas Mercedes-Benz melalui perpaduan kenyamanan, keselamatan, serta sistem informasi yang semakin intuitif dan personal.
Baca Juga:Mercedes Benz Kena Larangan Jual Mobil Gegara Alasan Ada China-nya
“Masa depan mobilitas tidak dibangun melalui janji, melainkan melalui ketepatan dan keunggulan rekayasa yang telah terbukti. Dengan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari pelanggan, kami terus membentuk mobilitas masa depan secara berkelanjutan, konsisten, dan dengan fokus yang jelas terhadap masa depan,” ujar Ida Wolf, Vice President Development Innovations, Operations & Digitalisation, Mercedes-Benz AG.
Layar LED Terintegrasi pada Kaca untuk Tingkatkan Keselamatan
Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan Mercedes-Benz adalah layar LED yang terintegrasi langsung ke dalam kaca kendaraan. Inovasi ini memungkinkan mobil berkomunikasi dengan lingkungan sekitar melalui tampilan visual berupa simbol keselamatan, tanda peringatan, hingga informasi lalu lintas.
Sebagai contoh, elemen layar yang tertanam pada kaca belakang dapat menampilkan informasi tertentu ketika situasi di jalan membutuhkan perhatian pengguna kendaraan lain.
Teknologi ini dirancang agar tidak mengganggu tampilan eksterior. Saat tidak digunakan, elemen layar yang berada di dalam lapisan kaca komposit akan terlihat hampir transparan sehingga tetap menyatu dengan desain kendaraan.
Mercedes-Benz mengembangkan dua jenis teknologi LED untuk kebutuhan tampilan yang berbeda, yakni Mini LED dan Micro LED.
Baca Juga:Pesanan Meledak, Chery Group Putar Otak Sampai Pakai Pabrik Mercedes Benz Wanaherang
Mini LED dirancang untuk area tampilan yang lebih luas, seperti kaca belakang. Teknologi ini dapat digunakan untuk menampilkan lampu rem, simbol peringatan, maupun informasi lalu lintas yang perlu diketahui pengendara di belakang kendaraan.
Sementara itu, Micro LED memiliki resolusi lebih tinggi sehingga lebih sesuai untuk menampilkan konten visual yang kompleks pada area lebih kecil, termasuk animasi.
Kedua teknologi tersebut memiliki prinsip kerja serupa. Informasi hanya ditampilkan ketika diperlukan, sedangkan saat tidak digunakan, elemen layar tetap hampir tidak terlihat.
Pendekatan ini membuka peluang bagi kendaraan untuk menyampaikan informasi secara lebih komunikatif tanpa harus menambahkan layar konvensional pada bagian eksterior.
Holographic Display, Kaca Depan Jadi Media Informasi
Inovasi berikutnya adalah Holographic Display, teknologi yang memungkinkan kaca depan kendaraan berfungsi sebagai media penyampaian informasi.
Berbeda dari layar konvensional yang membutuhkan panel tersendiri, sistem ini memanfaatkan proyektor yang ditempatkan pada panel instrumen untuk menampilkan konten ke kaca depan.
Teknologi tersebut menggunakan lapisan film transparan khusus yang tertanam di dalam kaca. Lapisan ini dilengkapi holographic optical elements (HOE) yang berfungsi memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu dari proyektor.
Melalui pengaturan cahaya tersebut, gambar dapat terlihat dengan jelas, termasuk ketika kendaraan berada di bawah paparan sinar matahari.
Keunggulan lainnya terletak pada pengaturan sudut pandang. Tampilan holografis hanya dapat dilihat dari posisi tertentu. Artinya, pengemudi tidak dapat melihat konten yang ditampilkan khusus di sisi penumpang, begitu pula sebaliknya.
Kemampuan ini memungkinkan Mercedes-Benz menghadirkan informasi yang lebih personal bagi masing-masing penumpang.
Konten yang dapat ditampilkan mencakup navigasi, informasi berkendara, lokasi menarik atau points of interest (POI), hingga hiburan seperti pemutaran film dan panggilan video.
Layar tersebut juga tidak harus selalu aktif. Konten hanya ditampilkan sesuai kebutuhan dan situasi perjalanan sehingga kaca depan tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya ketika fitur tidak digunakan.
Power Converter 800 Volt, Dukung Sistem Penggerak Listrik Lebih Fleksibel
Selain teknologi layar, Mercedes-Benz juga mengembangkan Power Converter untuk kendaraan listrik masa depan. Teknologi ini dirancang untuk mengatur aliran energi dari masing-masing sel baterai sekaligus menghasilkan tegangan tinggi yang stabil hingga 800 volt.
Salah satu keunggulan pendekatan tersebut adalah kemampuannya mempertahankan keluaran tegangan tinggi tanpa terlalu bergantung pada tingkat pengisian daya maupun kondisi penuaan sel baterai.
Generasi Power Converter yang dikembangkan saat ini telah mampu menghasilkan daya hingga 3 kW dan mendukung aplikasi arus bolak-balik (AC) maupun arus searah (DC).
Teknologi ini juga membuka peluang penerapan pengisian daya dua arah atau bidirectional charging. Fungsinya mencakup Vehicle-to-Home (V2H), yang memungkinkan energi dari kendaraan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah, serta Vehicle-to-Grid (V2G), yakni penyaluran energi dari kendaraan ke jaringan listrik.
Dalam pengembangan lebih lanjut, Power Converter berpotensi membuat desain baterai dan sistem elektronika daya menjadi lebih fleksibel, efisien, serta ringkas.
Salah satu pendekatan yang tengah dieksplorasi adalah penerapan konverter secara modular pada tingkat sel baterai atau kelompok sel baterai.
Sejumlah unit Power Converter dapat dihubungkan secara paralel untuk mengatur aliran energi secara individual. Sistem tersebut kemudian bekerja bersama menghasilkan keluaran DC bertegangan tinggi yang stabil.
Dengan arsitektur ini, daya keluaran dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan kendaraan maupun sistem yang digunakan.
Hal menarik lainnya, tegangan tinggi tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh jumlah sel baterai yang disusun secara seri. Sebaliknya, konverter yang bekerja secara terdesentralisasi bersama sistem kendali berbasis perangkat lunak berperan mengatur kebutuhan tegangan tersebut.
Mercedes-Benz juga melihat potensi penggabungan sejumlah fungsi yang saat ini masih ditangani perangkat terpisah ke dalam satu unit perangkat keras.
Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan ini dapat memberikan keleluasaan dalam merancang baterai dan sistem penggerak kendaraan listrik.
Berpotensi Tingkatkan Efisiensi Kendaraan Listrik
Pengembangan Power Converter juga berpotensi memberikan dampak terhadap efisiensi dan jarak tempuh kendaraan listrik. Fleksibilitas dalam pengaturan energi memungkinkan sistem penggerak dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing model.
Teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), tetapi juga berpotensi diterapkan pada kendaraan plug-in hybrid.
Ketiga inovasi tersebut memperlihatkan arah pengembangan Mercedes-Benz yang tidak hanya berfokus pada elektrifikasi sistem penggerak. Pabrikan ini juga mengeksplorasi bagaimana teknologi digital, komunikasi kendaraan, dan pengelolaan energi dapat terintegrasi untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman dan efisien.
Meski masih berada dalam tahap pengembangan, teknologi layar LED, Holographic Display, dan Power Converter menjadi gambaran pendekatan rekayasa yang tengah disiapkan Mercedes-Benz untuk mobilitas generasi berikutnya.



