Mobil

Belajar Dari Banyak Kecelakaan Fatal, China Larang Handle Pintu Elektrik 

Moveroad – Pemerintah China resmi akan melarang penggunaan handle pintu elektrik model retractable (flush) pada kendaraan penumpang mulai 2027. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya kasus kecelakaan fatal, di mana penumpang maupun tim penyelamat gagal membuka pintu mobil akibat sistem kelistrikan yang tidak berfungsi pasca-tabrakan.

Dalam regulasi baru tersebut, seluruh kendaraan wajib memiliki handle pintu elektrik interior dan eksterior dengan mekanisme mekanis yang tetap bisa digunakan meski kendaraan mengalami kerusakan parah atau kehilangan daya listrik.

Sinyal pelarangan ini pertama kali muncul pada pertengahan Desember, ketika Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) memasukkan aturan tersebut ke dalam draf regulasi terbaru. Aturan ini mengharuskan seluruh kendaraan penumpang dengan bobot di bawah 3,5 ton tetap memiliki fungsi pembuka pintu mekanis pasca-kecelakaan.

Baca juga: Ubahan Nissan Serena 2026, Desain Hingga Fitur Terbaru

Kebijakan ini disambut positif oleh tenaga medis dan petugas penyelamat, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi kesulitan besar saat mengevakuasi korban dari mobil listrik modern dengan sistem pintu elektrik penuh.

Populer di EV, Tapi Penuh Risiko

Handle pintu elektrik retractable menjadi ciri khas desain mobil listrik modern di China. Model seperti Tesla Model S, Model 3, Model Y, hingga BYD Seal menggunakan sistem ini demi tampilan futuristis dan klaim peningkatan aerodinamika.

Namun sejak 2024, keluhan terhadap sistem tersebut semakin meningkat. Selain bermasalah saat cuaca dingin, handle elektrik kerap gagal berfungsi setelah benturan, membuat pintu terkunci secara permanen.

Beberapa insiden tragis turut mempercepat lahirnya regulasi ini. Pada 13 Oktober, sebuah kecelakaan fatal di Chengdu menewaskan seluruh penumpang karena warga tidak mampu membuka pintu mobil. Insiden serupa juga terjadi di Tongling, dengan total tiga korban jiwa. Laporan Sixth Tone menyebut kedua kecelakaan tersebut melibatkan Xiaomi SU7 Ultra.

Baca juga: Akhir Pekan Makin Seru! Yamaha Kembali Nge-Grebek Sejumlah Kota di Indonesia

“Handle pintu interior menggunakan tombol elektrik yang tidak bisa berfungsi ketika daya terputus. Handle mekanis internal SU7 tidak terlihat jelas. Bahkan setelah kaca dipecahkan, petugas tetap kesulitan menjangkaunya.” Ungkap Sumber dilansir The Paper Selasa (30/12)

Meski produsen kerap mengklaim handle flush membantu efisiensi, data menunjukkan manfaatnya sangat terbatas. Pengurangan koefisien hambatan udara hanya sekitar 0,005–0,01 Cd, yang setara dengan penghematan energi sekitar 0,6 kWh per 100 km—angka yang dinilai tidak sebanding dengan risiko keselamatan.

Regulator Eropa bahkan sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran serupa, menyebut bahwa pengemudi dan penumpang berisiko terjebak di dalam kendaraan dengan sistem pintu elektrik murni.

Larangan ini diprediksi akan berdampak luas ke industri otomotif global. China kini telah melampaui Jepang sebagai eksportir mobil terbesar di dunia. Artinya, perubahan desain yang diterapkan di pasar domestik hampir pasti akan ikut dibawa ke model ekspor.

Baca juga: Raih Jarak 3.000 Km, Toyota Veloz Hybrid EV Masuk Pulau Sumatera

Tak hanya merek China, pabrikan Barat yang menjual mobilnya di Negeri Tirai Bambu juga kemungkinan besar akan menyesuaikan desain global demi efisiensi produksi dan kepatuhan regulasi.

Mulai 2027, tren desain futuristis tampaknya harus mengalah pada satu prinsip utama: keselamatan tetap nomor satu. Jika aturan ini diterapkan konsisten, era door handle elektrik tanpa cadangan mekanis bisa segera menjadi sejarah di industri otomotif dunia.

Related Articles

Back to top button