Eksekutif BYD: Industri Harus Terus Berinovasi, atau Tak Ada Lagi yang Bisa Ditiru Kompetitor
Moveroad – Inovasi kembali ditegaskan sebagai kunci keberlanjutan industri otomotif China. Dalam sebuah wawancara dengan Dongfang Caijing yang dipublikasikan awal Januari 2026, Li Yunfei, General Manager Brand and Public Relations BYD Group, menegaskan bahwa tanpa terobosan teknologi yang berkelanjutan, persaingan industri akan kehilangan arah.
Menurut Li, fenomena imitasi teknologi bukanlah hal baru di industri otomotif China. Pada fase awal, sejumlah kompetitor sempat meragukan jalur teknologi yang dipilih BYD. Namun seiring waktu, pendekatan tersebut justru dipelajari dan direplikasi oleh pemain lain.
“Di internal BYD sempat muncul diskusi, apakah inovasi masih relevan jika pada akhirnya ditiru. Namun kesimpulannya jelas, jika tidak ada terobosan orisinal, maka pada akhirnya tidak akan ada apa pun yang bisa ditiru,” ujar Li.
Inovasi sebagai Siklus Kompetisi
Li menjelaskan bahwa kompetisi teknologi di industri otomotif berjalan dalam sebuah siklus. Produsen berlomba menciptakan indikator teknis baru dan arah pengembangan berbeda. Kepemimpinan teknologi pun berpindah-pindah, sebelum akhirnya diikuti oleh kompetitor dalam rentang waktu satu hingga tiga tahun.
Baca juga: Dianggap Berbahaya, Toyota GR Yaris Dilarang Muncul di Negara Ini
Sebagai contoh, Li menyinggung sistem megawatt flash charging yang diperkenalkan BYD pada paruh pertama 2025. Teknologi ini langsung menjadi sorotan industri dan dipandang sebagai tolok ukur baru dalam pengembangan sistem pengisian daya ultra-cepat.
Keunggulan yang Dibangun dari Riset Jangka Panjang
BYD, menurut Li, telah berulang kali mengambil posisi awal di sejumlah bidang teknologi kunci, seperti:
- Baterai lithium iron phosphate (LFP)
- Teknologi plug-in hybrid DM
- Motor listrik permanent magnet synchronous
Arah tersebut bukan hasil keputusan jangka pendek berbasis tren pasar, melainkan buah dari riset jangka panjang dan investasi berkelanjutan dalam pengembangan teknologi dasar.
Peran Sentral Wang Chuanfu
Li juga menyoroti peran langsung Wang Chuanfu, pendiri sekaligus Chairman BYD, dalam proses riset dan pengembangan. Wang disebut terlibat aktif dalam rapat teknis dan strategis dari pagi hingga malam hari.
Berbeda dengan pendekatan berbasis pemasaran, banyak keputusan penting BYD lahir dari diskusi teknis mendalam. Wang kerap menjelaskan prinsip-prinsip fisika dan kimia mulai dari reaksi elektrokimia, oksidasi anodik, hingga mekanisme baterai untuk mengurai masalah teknis secara fundamental.
Pendekatan first-principles thinking ini juga diterapkan pada isu praktis, seperti perencanaan jaringan pengisian daya cepat dan evaluasi kapasitas jaringan listrik.
Penguatan Teknologi Lewat Paten
Komitmen BYD terhadap riset dasar tercermin dalam pengajuan paten terbaru. Pada Desember 2025, dokumen dari China National Intellectual Property Administration mengungkap empat paten BYD terkait teknologi variable-flux permanent magnet synchronous motor.
Teknologi ini memungkinkan penyesuaian fluks magnet secara dinamis untuk meningkatkan efisiensi motor di berbagai kondisi operasi sebuah langkah lanjutan dalam evolusi desain sistem penggerak listrik.
Imitasi sebagai Bagian dari Evolusi Industri
Li menegaskan bahwa BYD menyadari teknologi yang mereka luncurkan di masa depan kemungkinan besar kembali menjadi referensi dan ditiru oleh kompetitor. Namun bagi BYD, hal tersebut merupakan konsekuensi alami dari persaingan sehat.
Alih-alih mengejar eksklusivitas semata, BYD memandang proses ini sebagai kontribusi terhadap kemajuan industri secara keseluruhan.
Baca juga: Honda Siap Lakukan Perang Terbuka dengan BYD
Pernyataan Li muncul di tengah diskusi luas tentang kepemimpinan teknologi di industri otomotif China, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid. Pada fase awal perkembangan pasar, sejumlah produsen termasuk BYD pernah dikritik karena kemiripan desain dengan merek global mapan. Kini, fokus industri semakin bergeser dari estetika menuju kepemimpinan teknologi dan kedalaman rekayasa.
Dengan ekspansi riset yang terus diperluas dan agenda peluncuran teknologi baru di tahun-tahun mendatang, BYD tampaknya menegaskan posisinya: tanpa inovasi berkelanjutan, industri akan stagnan.
Dalam lanskap persaingan yang semakin padat dan margin yang tertekan, inovasi bukan lagi pembeda melainkan syarat utama untuk bertahan dan memimpin.



