Mobil Listrik Nissan Pertama Keluar dari Pabrik di China
Moveroad – Nissan semakin serius menggarap pasar elektrifikasi global. Terbaru, Nissan NX8 resmi keluar dari jalur produksi di fasilitas Dongfeng-Nissan, Guangzhou, China. SUV listrik terbaru ini menjadi model ketiga dalam keluarga Nissan N-Series electric, setelah sedan N6 dan N7 yang lebih dulu hadir.
NX8 akan segera masuk pasar domestik China dalam waktu dekat dengan dua pilihan sistem penggerak, yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan EREV (Extended Range Electric Vehicle). Menariknya, model ini juga diproyeksikan untuk debut global, termasuk pasar Asia Tenggara mulai 2026.
Dongfeng-Nissan mengonfirmasi unit produksi massal pertama NX8 resmi menggelinding pada 28 Januari di pabrik Huadu, Guangzhou, yang memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 unit per tahun. Unit perdana bahkan diberi pelat simbolis bertuliskan “000001”, menandakan ambisi Nissan menjadikan NX8 sebagai tulang punggung penjualan elektrifikasi.
Baca juga: Aliansi Mitsubishi–Nissan Langsung Produksi Rogue PHEV dan Navara
Secara internal, Nissan menargetkan NX8 mampu menembus penjualan hingga mendekati 1 juta unit secara global. Ini sejalan dengan rencana ekspor kendaraan listrik Dongfeng-Nissan ke Asia Tenggara, Timur Tengah, dan wilayah lain mulai 2026.
Sebagai informasi, dua model N-Series sebelumnya, N6 dan N7, telah mencatatkan penjualan kumulatif 52.769 unit di China, menjadi fondasi kuat bagi NX8 untuk melanjutkan momentum.
SUV Listrik Pertama Nissan yang Dikembangkan di China
Nissan NX8 merupakan SUV listrik pertama bermerek Nissan yang dikembangkan di China. Model ini berbagi platform dengan sedan Nissan N7, namun dikemas dengan karakter SUV modern.
Dimensinya cukup besar:
- Panjang: 4.870 mm
- Lebar: 1.920 mm
- Tinggi: 1.680 mm
- Wheelbase: 2.917 mm
Desainnya mengusung bahasa V-Motion khas Nissan, dipadukan dengan LED halo light strip sepanjang 2,4 meter di bagian depan, memberi kesan futuristis sekaligus premium.
Kabin Futuristis dan Teknologi Tinggi
Masuk ke interior, NX8 menawarkan layout modern dengan, Dual-screen cockpit, Setir dua palang (two-spoke steering wheel), Tuas transmisi model stalk, Dua wireless charging pad, Head-Up Display (HUD).
Baca juga: Ubahan Nissan Serena 2026, Desain Hingga Fitur Terbaru
Menariknya, NX8 juga sudah dibekali sistem bantuan berkendara berbasis LiDAR, yang memungkinkan fitur Navigate On Autopilot (NOA) baik di jalan perkotaan maupun tol.
Ini menjadikan NX8 bukan sekadar SUV listrik, tetapi juga platform mobilitas pintar Nissan generasi baru.
Dua Opsi Penggerak: BEV dan EREV
Nissan menghadirkan NX8 dalam dua teknologi utama:
1. Varian EREV (Extended Range EV)
Mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin 1.5L turbo sebagai generator 109 kW (146 hp), Motor listrik: 195 kW (261 hp) penggerak roda belakang, Baterai: 20,3 kWh / 21,1 kWh / 37,4 kWh, Jarak tempuh listrik: 102 – 185 km.
Konsep EREV memungkinkan pengguna menikmati sensasi EV tanpa khawatir kehabisan daya di perjalanan jauh.
2. Varian BEV (Full Electric)
Untuk pengguna yang ingin murni listrik, NX8 juga hadir dalam versi EV penuh,dibekali Motor listrik 215 kW (288 hp), 250 kW (335 hp), Baterai: 73 kWh & 81 kWh, Jarak tempuh: 565 – 650 km (CLTC).
Performa ini menempatkan NX8 sebagai salah satu SUV listrik Nissan paling bertenaga dan efisien saat ini.
Potensi Masuk Asia Tenggara
Dengan strategi ekspor Dongfeng-Nissan mulai 2026, Nissan NX8 berpeluang besar masuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai SUV listrik premium dengan opsi EREV yang cocok untuk kondisi infrastruktur regional.
Jika benar hadir, NX8 akan menjadi senjata baru Nissan untuk menantang SUV elektrifikasi dari Tiongkok dan merek Jepang lain di segmen menengah-atas.
NX8 bukan hanya simbol kebangkitan elektrifikasi Nissan, tetapi juga penanda transformasi produk global yang kini semakin dipusatkan pada pengembangan teknologi di China.



