Dobrak Dominasi Pria, Rifat Sungkar Bentuk SIMPATI Woman Rally Team untuk Kejurnas 2026
Moveroad.id – Lanskap olahraga otomotif (motorsport) Indonesia resmi mencatatkan sejarah baru yang progresif. Mengikis stigma bahwa adu kecepatan di lintasan tanah dan aspal hanya milik kaum adam, tim reli wanita pertama bertajuk SIMPATI Woman Rally Team (SWRT) secara resmi dideklarasikan untuk mengarungi musim kompetisi 2026.
SWRT diinisiasi dan dibentuk langsung oleh legenda pereli nasional, Rifat Sungkar. Tim ini mengonfirmasi kesiapan mereka untuk menurunkan tiga srikandi kemudi berbakat Indonesia, yakni Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina, guna bertarung memperebutkan podium tertinggi di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026.
Langkah Rifat Sungkar menginisiasi SWRT didasari oleh pilar emosional yang kuat sekaligus pengamatan teknis yang matang. Secara personal, Rifat terinspirasi oleh sosok pereli wanita legendaris idolanya, Kamaria Ekawanti Gondokoesoemo (Ria Sungkar), yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Sang ibu telah berkiprah di dunia reli sejak tahun 1972 hingga era 2000-an, membuktikan bahwa wanita Indonesia memiliki DNA kompetitif yang kuat di balik kemudi.
Baca Juga: Yamaha Dominasi Seri Perdana Mandalika Racing Series 2026, Pimpin Sejumlah Klasemen Kejurnas
Secara teknis, pembentukan SWRT merupakan hasil dari program pendampingan (mentorship) intensif yang dilakukan Rifat selama tiga tahun terakhir terhadap Diva Zahra di berbagai ajang Sprint Rally nasional.
“Tiga tahun terakhir saya melihat langsung bagaimana perkembangan para pereli wanita ini, terutama Diva yang menunjukkan dedikasi dan progres luar biasa di Sprint Rally. SWRT dibentuk bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membuka jalan dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak perempuan muda agar berani masuk ke dunia motorsport,” tegas Rifat Sungkar.
Membedah Formasi Pembalap, Navigator, dan Spesifikasi Mobil SWRT (2026)
Menghadapi ketatnya persaingan modifikasi dan performa di Kejurnas Sprint Rally 2026, SWRT membagi kekuatannya ke dalam dua kelas berbeda dengan komposisi sebagai berikut:
Diva Zahra & Reza “Echa” (Navigator): Turun di Kelas F3 (kelas mobil penggerak roda depan/FWD dengan modifikasi tingkat menengah). Diva akan mengandalkan performa sasis lincah dari Honda Jazz.
Larasati & Emay Ahmad (Navigator Senior): Bersaing ketat di Kelas F3 mendampingi Diva. Larasati akan memacu unit kendaraan kompak Toyota Ist yang telah di-tweak khusus untuk spesifikasi reli.
Patricia Revalina & Bagus Wahyu Kurniawan (Navigator): Siap bertarung di Kelas F1 (kelas standar FWD) dengan memacu Honda Jazz untuk mengamankan poin klasemen tim.
Tim yang didukung penuh oleh Telkomsel melalui brand SIMPATI ini dipastikan akan mulai menerjunkan jet darat mereka pada empat putaran krusial sepanjang musim kompetisi 2026:
1.Putaran 2: Jawa Tengah:7 Juni 2026.
Ujian perdana kekompakan driver dan navigator SWRT di lintasan menantang Jawa Tengah.
2.Putaran 3: Jawa Timur:Pertengahan Musim.
Menghadapi karakter lintasan high-speed khas Jawa Timur yang membutuhkan presisi tinggi.
3. Putaran 4: Jawa Tengah:Paruh Akhir. Putaran krusial untuk pengumpulan poin klasemen pembalap wanita terbaik.
4. Putaran 5: Jakarta:1 November 2026.
Seri penutup dan penentuan gelar juara nasional sprint rally musim 2026 di ibu kota.
Kehadiran SWRT sebagai tim reli wanita pertama ini mendapatkan apresiasi tinggi dari sektor industri telekomunikasi digital. Kolaborasi ini dinilai membawa misi sosial yang lebih besar daripada sekadar kompetisi olahraga.
“Kami melihat SWRT sebagai representasi semangat anak muda Indonesia yang berani melampaui batas dan terus menunjukkan prestasi di bidang yang mereka tekuni. SIMPATI mendukung lahirnya lebih banyak talenta muda inspiratif, termasuk di dunia motorsport, sekaligus menghadirkan semangat pemberdayaan perempuan untuk terus maju dan berprestasi,” pungkas Willy Budiman Martamihardja, GM Brand Event and Activation Telkomsel.
STIGMA bahwa dunia reli adalah olahraga yang terlampau menguras fisik dan berbahaya bagi perempuan berhasil diruntuhkan lewat pembentukan SIMPATI Woman Rally Team (SWRT). Langkah Rifat Sungkar meresmikan tim ini pada musim 2026 adalah sebuah manuver taktis yang sangat jeli melihat arah perkembangan industri.
Dari kacamata bisnis dan kemitraan, keputusan Telkomsel menyuntikkan dukungan melalui brand SIMPATI adalah langkah cerdas untuk menggaet segmen pasar anak muda dan perempuan (women market). Segmen ini menuntut representasi nyata di lapangan, bukan sekadar kampanye di media sosial.
Dengan menempatkan navigator senior seperti Emay Ahmad di samping Larasati, serta melakukan mentoring mandiri kepada Diva Zahra selama tiga tahun, SWRT tidak dibangun sebagai tim “pemanis” di garis start. Mereka datang dengan kesiapan teknis matang, pilihan mobil yang reliabel (Jazz dan Ist), serta skedul balap yang kompetitif. Kehadiran mereka di Kelas F1 dan F3 diprediksi akan mengubah peta persaingan poin tim pada Kejurnas Sprint Rally 2026 sekaligus memicu lahirnya pembalap-pembalap wanita baru di masa depan.



