Mobil

Mobil Hydrogen Disebut Bawa Tangki Bom Waktu, Produsen Ini Patenkan Keamanannya

Moveroad.id – Meskipun mulai memperluas jajaran kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), Subaru tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan eksplorasi teknologi bahan bakar alternatif. Pabrikan asal Jepang tersebut baru saja mendaftarkan paten sistem keselamatan benturan yang dirancang khusus untuk melindungi komponen penting pada kendaraan bertenaga hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Inovasi ini menyoroti salah satu tantangan utama dalam pengembangan kendaraan hidrogen, yakni perlindungan tangki penyimpanan hidrogen bertekanan tinggi ketika mobil mengalami kecelakaan, khususnya tabrakan dari arah depan.

Dalam kondisi benturan ekstrem, komponen penggerak seperti motor listrik berpotensi terdorong ke belakang. Jika tidak dikendalikan dengan baik, pergerakan tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan pada tangki hidrogen maupun mengganggu area kabin penumpang.

Sistem Subaru Cegah Motor Menusuk Tangki Hidrogen

Pada kendaraan hidrogen, tangki penyimpanan umumnya menggunakan material bertekanan tinggi dengan konstruksi yang sangat kuat. Penempatannya juga menjadi bagian penting dari strategi keselamatan kendaraan.

Dalam paten terbaru ini, Subaru mengembangkan mekanisme khusus untuk mengendalikan arah pergerakan motor listrik saat menerima benturan frontal.

Baca juga: Duet Fitur Suzuki Grand Vitara Ini Bikin Macet di Tanjakan Tak Lagi Horor

Sistem tersebut menggunakan struktur link atau sambungan khusus yang dirancang untuk bereaksi terhadap gaya benturan dalam kondisi tertentu.

Ketika terjadi tabrakan keras dari arah depan, mekanisme ini bekerja melalui beberapa tahapan.

Patah secara terukur: Sambungan penopang motor dirancang memiliki titik deformasi tertentu sehingga dapat patah atau membengkok sesuai arah yang telah diperhitungkan.

Mengubah posisi motor: Setelah struktur link mengalami deformasi, posisi motor listrik akan berubah dan bagian depannya diarahkan sedikit ke atas.

Mengendalikan pergerakan tangki: Pada saat bersamaan, bagian belakang motor dapat mengarahkan ujung depan tangki hidrogen ke bagian bawah struktur kendaraan.

Mencegah intrusi ke kabin: Pergerakan komponen tersebut dirancang agar energi benturan dapat disalurkan melalui jalur yang lebih aman, sehingga risiko motor bergerak ke area kaki pengemudi maupun penumpang dapat diminimalkan.

Dengan kata lain, Subaru tidak hanya mengandalkan kekuatan material tangki hidrogen, tetapi juga merekayasa bagaimana komponen kendaraan bergerak ketika struktur depan mengalami deformasi akibat kecelakaan.

Pendekatan ini penting karena keselamatan kendaraan masa depan tidak hanya bergantung pada seberapa kuat sebuah komponen menahan benturan, melainkan juga bagaimana energi tabrakan diarahkan dan dikelola.

Tangki Hidrogen Jadi Fokus Penting Keselamatan FCEV

Tangki hidrogen pada FCEV menyimpan bahan bakar dalam tekanan tinggi. Karena itu, perlindungan terhadap tangki menjadi salah satu aspek paling krusial dalam desain kendaraan.

Baca juga: Suzuki Swift Hidrogen Resmi Meluncur, Semburkan Tenaga 134 HP

Pada benturan frontal yang sangat keras, motor listrik dan komponen penggerak lainnya dapat terdorong ke arah belakang kendaraan. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan risiko kerusakan apabila jalur pergerakan komponen bertabrakan dengan area penyimpanan hidrogen.

Melalui paten ini, Subaru mencoba mengantisipasi skenario tersebut dengan menciptakan jalur deformasi yang telah dirancang sebelumnya.

Prinsipnya sederhana, tetapi penerapannya cukup kompleks: ketika terjadi kecelakaan, komponen tidak boleh bergerak secara liar. Struktur kendaraan harus mampu mengarahkan komponen besar seperti motor listrik dan tangki bahan bakar ke posisi yang lebih aman.

Teknologi semacam ini juga menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan hidrogen masih terus berjalan, meskipun perhatian industri otomotif saat ini lebih banyak tertuju pada mobil listrik berbasis baterai.

Subaru Tetap Eksplorasi Teknologi Masa Depan

Pendaftaran paten tersebut menjadi sinyal bahwa Subaru masih melihat teknologi hidrogen sebagai salah satu bagian dari kemungkinan masa depan mobilitas rendah emisi.

Saat ini, Subaru memang mulai memperkuat portofolio kendaraan listriknya. Namun, pengembangan teknologi kendaraan masa depan tidak hanya terbatas pada BEV.

Setiap produsen memiliki pendekatan berbeda untuk mencapai target netralitas karbon. Selain mobil listrik berbasis baterai, industri juga terus mengeksplorasi teknologi seperti fuel cell, bahan bakar sintetis, biofuel, hingga mesin pembakaran internal yang menggunakan hidrogen.

Bagi Subaru, keahlian dalam pengembangan struktur kendaraan dan keselamatan berpotensi menjadi salah satu kontribusi penting dalam pengembangan teknologi mobil masa depan.

Jadi Bagian Strategi Aliansi Netralitas Karbon

Langkah ini juga sejalan dengan arah kolaborasi Subaru bersama Toyota dan Mazda dalam mengeksplorasi berbagai jalur menuju netralitas karbon.

Ketiga pabrikan Jepang tersebut memiliki pendekatan yang berbeda terhadap teknologi kendaraan masa depan. Toyota dikenal agresif mengembangkan teknologi kendaraan listrik, hybrid, fuel cell, serta mesin pembakaran internal berbahan bakar hidrogen.

Sementara Mazda terus mengeksplorasi berbagai solusi bahan bakar alternatif dan teknologi mesin pembakaran yang lebih rendah emisi.

Subaru sendiri dapat memainkan peran melalui pengembangan rekayasa kendaraan, termasuk struktur bodi, sistem keselamatan, serta perlindungan komponen penting pada kendaraan dengan teknologi penggerak generasi baru.

Paten terbaru ini memang belum berarti Subaru akan segera meluncurkan mobil hidrogen produksi massal. Namun, teknologi tersebut memberikan gambaran bahwa pabrikan asal Jepang ini masih aktif mempersiapkan berbagai kemungkinan untuk era mobilitas rendah emisi.

Jika kelak kendaraan hidrogen kembali mendapatkan momentum di pasar global, teknologi keselamatan seperti ini bisa menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan FCEV yang tidak hanya efisien dan rendah emisi, tetapi juga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi penggunanya.

Related Articles

Back to top button