Mobil

Changan Uji 24 Jam Teknologi SDA Pilot, ADAS Canggih dengan LiDAR 256-Line

Moveroad.id – Changan Group memperkenalkan SDA Pilot, sistem bantuan berkendara canggih atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim engineer Changan.

Teknologi ini menjadi bagian dari strategi Changan dalam membangun ekosistem intelligent driving sendiri, sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang diklaim lebih aman, nyaman, dan minim stres bagi pengguna.

Pengembangan teknologi tersebut bukanlah sesuatu yang baru bagi Changan. Perusahaan asal China ini mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika teknologi tersebut masih berada pada tahap riset laboratorium di China.

Baca Juga: Begini Positioning Nevo Sebagai Sub Brand Changan di Indonesia  

Pada 2011, Changan mengembangkan prototipe fungsi peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur. Selanjutnya pada 2018, perusahaan berhasil memproduksi secara massal sistem IACC (Integrated Adaptive Cruise Control) Level 2.

Tonggak berikutnya dicapai pada 20 Desember 2025. Changan menerima pelat nomor resmi pertama di China untuk kendaraan dengan kemampuan pengemudian otonom bersyarat Level 3.

“Tim intelligent driving Changan telah berkembang dari hanya beberapa engineer menjadi lebih dari 7.500 orang, didukung oleh total investasi R&D mencapai lebih dari 7,7 miliar Euro. Kami akan terus menjalankan strategi transformasi cerdas kami dan mengembangkan teknologi inti kami secara mandiri,” ujar Zhu Huarong, Chairman Changan Group.

SDA Pilot Hadir dalam Tiga Tingkatan

SDA Pilot saat ini ditawarkan dalam tiga tingkatan teknologi, yakni Pro, Max, dan Ultra. Changan juga menyebut tingkatan yang lebih tinggi akan diperkenalkan pada tahap berikutnya.

SDA Pilot Ultra menjadi versi paling tinggi dengan menggabungkan sejumlah teknologi intelligent driving. Di dalamnya terdapat Highway NCA, Urban NCA, intelligent parking assist dengan lebih dari 400 skenario, serta 31 fitur active safety.

Kemampuan tersebut didukung chip komputasi dengan kapasitas hingga 560 TOPS dan sensor LiDAR 256-line. Kombinasi ini memungkinkan kendaraan memproses informasi dalam hitungan milidetik sehingga respons sistem dapat dibuat lebih cepat dan natural.

Baca Juga: Changan Boyong Deepal S05 dan Nevo Q05 di GIIAS Surabaya 2026: Intip Harga dan Spesifikasinya

“Changan mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika teknologi ini masih menjadi bagian dari riset laboratorium di Tiongkok. SDA Pilot merupakan hasil dari berbagai pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama proses tersebut,” kata Zhao Fei, President Changan Group.

Mengandalkan LiDAR dan AI

Salah satu fokus utama SDA Pilot adalah meningkatkan kemampuan kendaraan dalam membaca kondisi lingkungan sekitar.

Sistem ini menggunakan deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan frekuensi tinggi hingga 10Hz. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu kendaraan mengenali potensi bahaya lebih cepat, termasuk ketika menghadapi kondisi minim cahaya, silau, hujan, maupun kabut.

Di sisi lain, Changan menggunakan pendekatan end-to-end large model untuk menghasilkan perilaku berkendara yang lebih natural.

Model tersebut dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata. Data tersebut digunakan agar sistem dapat memahami situasi di jalan dan menentukan respons berkendara yang lebih intuitif.

Pendekatan ini diharapkan membuat pergerakan kendaraan tidak sekadar mengikuti parameter yang telah ditentukan, tetapi mampu menghasilkan respons yang lebih menyerupai proses pengambilan keputusan pengemudi manusia.

Interaksi Mobil Dibuat Lebih Natural

Pengembangan SDA Pilot juga tidak hanya berfokus pada kemampuan kendaraan dalam mengemudi.

Changan membekali sistem tersebut dengan navigasi interaktif berbasis multimodal large model yang menggabungkan kemampuan visual dan suara.

Dengan teknologi ini, pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem juga dikembangkan agar mampu mengingat pola serta preferensi berkendara pengguna.

Konsep tersebut membuat hubungan antara pengemudi dan kendaraan tidak lagi sebatas melalui tombol atau perintah yang kaku, melainkan lebih menyerupai interaksi percakapan.

Diuji 24 Jam dengan Jutaan Kilometer Simulasi

Untuk mengembangkan teknologi yang mampu menghadapi beragam kondisi jalan, Changan membangun Changan SDA Lab sebagai pusat pengembangan dan pengujian intelligent driving.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pengujian selama 24 jam sehari, dengan lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual. Changan juga menyebut fasilitasnya mampu melakukan simulasi perjalanan hingga 3,3 juta kilometer per hari.

Pengujian dilakukan dengan mencakup berbagai kondisi iklim dan karakteristik wilayah di 224 area di seluruh dunia.

Proses tersebut menjadi bagian dari upaya Changan untuk menemukan potensi risiko sejak tahap pengembangan sebelum teknologi diterapkan pada kendaraan produksi massal.

Dengan mengombinasikan pengujian virtual, laboratorium, dan kondisi jalan sebenarnya, Changan ingin memastikan sistem intelligent driving dapat bekerja secara konsisten ketika berhadapan dengan situasi berkendara yang beragam.

Nevo Q06 Jadi Model Pertama

Bersamaan dengan peluncuran SDA Pilot, Changan Nevo Q06 membuka masa pre-order. Model ini menjadi kendaraan produksi pertama Changan yang dibekali SDA Pilot Ultra.

Kehadiran Nevo Q06 menjadi langkah lanjutan Changan dalam membawa teknologi intelligent driving dari tahap pengembangan menuju kendaraan produksi massal.

Changan selanjutnya berencana memperluas pengembangan teknologi tersebut melalui kolaborasi dan kemitraan strategis di berbagai negara.

Langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif kini tidak hanya berkutat pada desain, performa, maupun efisiensi kendaraan. Kemampuan kendaraan dalam memahami lingkungan, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan penggunanya juga semakin menjadi bagian penting dari perkembangan mobilitas masa depan.

Related Articles

Back to top button