Geely EX5 Terbaru di China Makin Bertenaga, Apa Bedanya dengan Versi Indonesia?
Moveroad.id – Geely EX5 mendapat pembaruan untuk pasar China. SUV listrik yang di pasar domestik Negeri Tirai Bambu menggunakan nama Geely Galaxy E5 tersebut kini hadir dengan sejumlah perubahan penting, terutama pada sistem penggerak, kapasitas baterai, hingga sistem kelistrikan.
Model terbaru ini diperkenalkan menjelang peluncuran resminya di China pada 23 September 2026. Menariknya, Geely EX5 bukan nama baru bagi konsumen Indonesia karena SUV listrik tersebut telah dipasarkan oleh Geely Auto Indonesia dalam dua varian, yakni EX5 Pro dan EX5 Max.
Dengan hadirnya model terbaru di China, muncul pertanyaan apakah spesifikasi baru tersebut merupakan pengembangan dari EX5 yang saat ini dijual di Indonesia.
Baca juga: BYD dan Geely Disorot Regulator China, Industri Mobil Negeri Tirai Bambu Mulai Diawasi Ketat
Perbedaan paling signifikan terlihat pada sektor performa. EX5 terbaru di China menggunakan motor listrik yang ditempatkan pada gandar belakang sehingga mengadopsi sistem Rear Wheel Drive (RWD). Motor listrik tersebut menghasilkan tenaga hingga 245 kW atau sekitar 329 hp, seperti dilansir Carnewschina.
Sebagai pembanding, Geely EX5 yang saat ini dijual di Indonesia menggunakan motor listrik bertenaga 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm. Model Indonesia juga menggunakan konfigurasi penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD).
Artinya, versi terbaru di China tidak hanya menawarkan tenaga lebih besar, tetapi juga mengubah karakter penggeraknya dari FWD menjadi RWD.
Baterai Lebih Besar, Jarak Tempuh Bertambah
Perubahan berikutnya terdapat pada kapasitas baterai.
Geely EX5 yang dipasarkan di Indonesia menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 60,22 kWh pada varian premium. Dengan baterai tersebut, jarak tempuh yang diklaim mencapai 410 km berdasarkan metode pengujian NEDC.
Sementara EX5 terbaru di China tersedia dengan dua pilihan baterai. Varian entry level menggunakan baterai 61,5 kWh dengan jarak tempuh hingga 550 km berdasarkan standar CLTC atau 451 km berdasarkan WLTP.
Sementara varian tertingginya dibekali baterai 70 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 635 km CLTC atau 521 km WLTP.
Jika hanya melihat kapasitas, baterai terbesar versi terbaru bertambah sekitar 9,8 kWh dibandingkan baterai EX5 yang saat ini dijual di Indonesia.
Namun, angka jarak tempuh tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung. CLTC, WLTP, dan NEDC menggunakan metode pengujian yang berbeda sehingga hasilnya bisa berbeda meskipun kendaraan dan baterainya sama.
Beralih ke Arsitektur 800V
Geely juga meningkatkan sistem kelistrikan pada EX5 terbaru.
Model yang diperkenalkan untuk pasar China tersebut menggunakan platform tegangan tinggi 800V. Arsitektur ini menjadi salah satu pembaruan penting karena memungkinkan sistem pengisian daya berkecepatan tinggi pada kendaraan listrik.
Sementara Geely EX5 yang dipasarkan di Indonesia saat ini disebut mampu melakukan pengisian cepat dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.
Belum ada informasi bahwa konfigurasi 800V pada model China tersebut akan diterapkan pada EX5 untuk pasar Indonesia.
Dimensi Bertambah, Jarak Sumbu Roda Tetap
Dari sisi ukuran, perubahan pada EX5 terbaru tergolong moderat.
Model terbaru memiliki panjang 4.636 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.670 mm. Jarak sumbu rodanya tetap 2.750 mm.
Sementara EX5 yang dipasarkan di Indonesia memiliki panjang 4.615 mm, lebar 1.901 mm, dan tinggi 1.670 mm, dengan jarak sumbu roda 2.750 mm.
Dengan demikian, EX5 terbaru di China bertambah 21 mm lebih panjang dan 19 mm lebih lebar, sedangkan tingginya tetap sama. Jarak sumbu roda juga tidak mengalami perubahan.
Salah satu tambahan yang menarik pada EX5 terbaru adalah front trunk atau frunk. Ruang penyimpanan di bagian depan tersebut memiliki kapasitas 160 liter dan dilengkapi kap mesin elektrik. Kompartemen tersebut disebut mampu menahan beban hingga 50 kg.
Penambahan frunk memberikan ruang penyimpanan ekstra yang cukup berguna pada kendaraan listrik karena tidak membutuhkan ruang mesin konvensional seperti mobil bermesin pembakaran internal.
Pada informasi spesifikasi Geely EX5 yang saat ini dipasarkan di Indonesia, kapasitas frunk 160 liter tersebut belum tercantum.
Desain Eksterior dan Kabin Ikut Berubah
Secara umum, identitas desain EX5 terbaru masih memiliki kemiripan dengan model yang telah dijual di Indonesia. Namun, sejumlah detail mendapatkan penyegaran.
Salah satunya adalah penggunaan gagang pintu konvensional. Model terbaru juga mendapatkan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atas kendaraan serta sensor tambahan pada area fender depan.
Bagian bumper juga mendapatkan desain baru dengan tampilan yang lebih sporty dan aksen matte-chrome.
Masuk ke kabin, EX5 terbaru memiliki layar sentuh bergaya floating, panel instrumen LCD, serta head-up display. Tuas transmisinya juga ditempatkan di belakang lingkar kemudi berbentuk D.
Sistem ADAS Lebih Maju
Perubahan lainnya terdapat pada sistem bantuan pengemudi. EX5 terbaru menggunakan sistem G-ASD G-Pilot H5 yang mendukung fungsi Navigate On Autopilot (NOA) untuk perjalanan di jalan perkotaan dan jalan tol.
Sementara Geely EX5 yang saat ini dijual di Indonesia telah dilengkapi ADAS Level 2 dengan 13 fitur keselamatan.
Model Indonesia juga memiliki layar infotainment 15,4 inci berbasis Flyme Auto dan head-up display. Geely sebelumnya telah menghadirkan pembaruan perangkat lunak yang menambahkan integrasi Apple CarPlay pada model tersebut.
Harga Geely EX5 di Indonesia
Di pasar Indonesia, Geely EX5 tersedia dalam dua varian. Geely EX5 Pro dipasarkan mulai Rp475 juta, sedangkan Geely EX5 Max dibanderol mulai Rp515 juta. Sementara itu, harga EX5 terbaru atau Galaxy E5 yang akan diluncurkan di China belum menjadi acuan untuk pasar Indonesia.
Hingga saat ini juga belum ada kepastian apakah spesifikasi terbaru seperti motor RWD 329 hp, baterai 70 kWh, arsitektur 800V, dan frunk 160 liter akan diterapkan pada Geely EX5 yang dipasarkan di Indonesia.
Dengan demikian, untuk konsumen Indonesia, EX5 Pro dan EX5 Max masih menjadi model yang tersedia saat ini. Sementara model terbaru di China menunjukkan arah pengembangan berikutnya dari SUV listrik Geely tersebut.



