Sport

Rifat Sungkar Bawa Drift Show ke Final Java Drag Record Series

Moveroad.id – Suara mesin yang meraung dan kepulan asap ban menjadi pemandangan yang mendominasi final Java Drag Record Series di Lapangan Udara Gading, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026).

Namun, pertunjukan di lintasan kali ini tidak hanya menyajikan adu cepat para dragster. Di sela-sela kompetisi, Rifat Sungkar bersama Team RS-Telkomsel 5G menghadirkan aksi Drift Show yang memberikan warna berbeda bagi penonton.

Sebagai guest star, Rifat memperlihatkan kemampuan mengendalikan mobil dalam berbagai atraksi drifting. Mobil dipaksa berada dalam kondisi oversteer dengan kombinasi kontrol kemudi, throttle, dan presisi menjaga arah kendaraan tetap sesuai jalur.

Baca juga: Rifat Sungkar Siapkan Generasi Ketiga Keluarga Sungkar untuk Masa Depan Motorsport Indonesia

Aksi tersebut bukan sekadar hiburan di tengah perlombaan. Rifat membawa gagasan untuk mempertemukan dua disiplin motorsport yang memiliki karakter berbeda, yakni drag race dan drifting.

“Ini adalah upaya untuk membuat motorsport tidak berjalan sendiri-sendiri. Saya ingin membawa drifting ke lingkungan drag race dan menunjukkan bahwa dua disiplin ini bisa saling melengkapi,” ujar Rifat.

Drag Race Tak Sekadar Adu Cepat

Menurut Rifat, drag race memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi tontonan yang lebih luas. Selama ini, drag race lebih banyak dikenal sebagai kompetisi yang menempatkan performa dan catatan waktu sebagai daya tarik utama.

Namun, format tersebut masih dapat dikembangkan menjadi sport entertainment, tanpa menghilangkan unsur olahraga dan persaingan di lintasan.

“Drag race punya potensi besar. Jangan hanya dilihat sebagai kompetisi, tetapi juga bagaimana membuatnya menjadi sport entertainment. Dengan begitu, yang datang dan menikmati acaranya bukan hanya penggemar motorsport, tetapi juga masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman hiburan,” katanya.

baca juga: Dobrak Dominasi Pria, Rifat Sungkar Bentuk SIMPATI Woman Rally Team untuk Kejurnas 2026

Konsep tersebut terlihat dalam penyelenggaraan final Java Drag Record Series. Ketika para dragster beradu cepat di lintasan lurus, penonton juga mendapatkan sajian berbeda melalui aksi drifting Rifat.

Perpaduan tersebut memberikan pengalaman yang lebih beragam, sekaligus mempertemukan komunitas dan penonton dari dua disiplin motorsport.

972 Starter Ramaikan Final

Antusiasme terhadap Java Drag Record Series juga terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti putaran final. Sebanyak 972 starter tercatat ambil bagian dalam 34 kelas yang dilombakan.

Putaran final tersebut sekaligus memperebutkan Piala KPH Purbodiningrat dan mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, di antaranya Bride IDN, Ekitoyama, BPD DIY, Alpino, JRC, 45 Variasi, serta sejumlah sponsor lainnya.

Menurut Andreas Mozambi, Direktur Vito Indonesia selaku penyelenggara Java Drag Record Series, tingginya jumlah peserta menunjukkan kuatnya respons komunitas terhadap ajang tersebut.

Bagi Rifat, angka tersebut juga memperlihatkan bahwa ekosistem drag race di Indonesia memiliki basis yang besar. Potensi itu dapat menjadi modal untuk membawa motorsport menuju format yang lebih luas, dengan menggabungkan kompetisi, komunitas, pertunjukan, dan pengalaman penonton.

“Konsep sport entertainment, yang menggabungkan berbagai disiplin olahraga dengan hiburan sehingga dapat mendatangkan penonton dari segala lapisan masyarakat, ini yang akan menjadi tantangan kita di tahun 2027 nanti,” tutur Rifat.

Bahas Masa Depan Motorsport Yogyakarta

Di sela kehadirannya di Gunungkidul, Rifat juga berdiskusi mengenai perkembangan motorsport Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta, bersama Ketua Umum Pengprov IMI Yogyakarta KPH Purbodiningrat.

Keduanya melihat konsep sport entertainment dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas jangkauan olahraga otomotif. Kompetisi tetap menjadi inti, tetapi kemasan acara dapat dikembangkan agar lebih menarik bagi masyarakat yang sebelumnya tidak secara khusus mengikuti motorsport.

Kehadiran Team RS-Telkomsel 5G dalam final Java Drag Record Series turut menunjukkan bagaimana sebuah tim motorsport dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun ekosistem otomotif.

Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada aksi di lintasan. Melalui Drift Show, Rifat juga memperlihatkan bagaimana satu disiplin motorsport dapat diperkenalkan kepada komunitas dari cabang lain.

Pada akhirnya, kepulan asap ban di Lapangan Udara Gading bukan hanya menjadi bagian dari tontonan. Di balik aksi drifting dan persaingan drag race, muncul gagasan untuk membawa motorsport Indonesia menuju format yang lebih terbuka, kolaboratif, dan mampu menjangkau penonton di luar komunitas otomotif.

Bagi Rifat, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjadikan motorsport bukan hanya olahraga yang dinikmati penggemarnya, tetapi juga sebuah pertunjukan yang mampu mengundang masyarakat lebih luas untuk datang, menyaksikan, dan merasakan langsung atmosfer balap.

Related Articles

Back to top button