Mobil

Baru Beroperasi, Aksi Warlok Geruduk Pabrik VinFast Subang 

Moveroad – Baru beroperasi Pabrik mobil listrik VinFast yang berada di kawasan Industri Subang, Jawa Barat, langsung digeruduk warga lokal (warlok) yang viral di media sosial. Pabrik dengan investasi besar tersebut menjadi perhatian warga setempat untuk bisa berkontribusi dari hadirnya pabrik milik produsen otomotif Vietnam. 

Dalam rekaman yang viral di media sosial, warlok mendatangi pabrik VinFast dengan atribut bertuliskan tuntutan serta atribut pendukung lainnya. Lengkap dengan mobil komando yang berada di barisan terdepan kerumunan warga. 

Para warga menuntut janji dari perusahaan otomotif tersebut, yang sebelumnya menjanjikan peran warga sekitar untuk dilibatkan sekaligus berkontribusi terhadap jalannya pabrik VinFast. 

Baca juga: Resmikan Pabrik di Indonesia, Mimpi Vinfast Malah Pupus di Negara Adidaya

Tuntutan warlok pada pabrik VinFast 

Dalam tuntutan tersebut, warlok mendesak manajemen VinFast untuk lebih memprioritaskan masyarakat sekitar, khususnya warga wilayah Cibogo dan Padaasih yang bisa mengisi posisi pekerjaan di pabrik mobil listrik tersebut. 

Sesuai dengan janji sebelumnya, VinFast menjanjikan posisi kepada warlok untuk mengisi beberapa posisi melalui kualifikasi dari setiap warga. Langkah tersebut menjadi harapan warlok dari beroperasinya pabrik mobil terhadap sisi ekonomi dan kesejahteraa sosial warlok. 

Menanggapi aspirasi warga, perwakilan manajemen PT VinFast yang terekam dalam video menyampaikan komitmen perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.

“Dalam kesempatan ini kami sudah berdiskusi dengan perwakilan warga. Kami sangat menghargai masyarakat Cibogo dan Padaasih dan memprioritaskan mereka untuk menjadi karyawan PT VinFast,” ujar perwakilan perusahaan dalam video tersebut.

Baca juga: The Party in Mo7ion Cara VinFast Ajak Generasi Muda All Out Mengejar Passion Lewat VF 7

Ia menjelaskan bahwa masyarakat dipersilakan untuk melamar pekerjaan melalui mekanisme yang tersedia, dan perusahaan akan melakukan seleksi sesuai dengan kualifikasi dan standar yang telah ditetapkan.

“Bagi warga yang memenuhi kualifikasi akan langsung bekerja sebagai karyawan. Sementara bagi yang belum memenuhi standar operator, akan ditempatkan pada posisi lain yang sesuai,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button