Mobil

Mengenal Mobil Musuh Bebuyutan Rusia, Gagal Lelang Karena Harga Kebangetan Mahal

Moveroad.id – Mobil ekstrem racikan Ukraina yang menjadi musuh bebuyutan Rusia, satu ini memiliki kemampuan luar biasa dan pasar yang sangat terbatas. 

Hal inilah yang tampaknya terjadi pada Atlas, kendaraan amfibi asal Ukraina yang sanggup menaklukkan medan paling brutal namun gagal memenuhi harga minimum dalam lelang di Bring a Trailer.

Atlas bukan kendaraan biasa. Ia dirancang sebagai all-terrain amphibious vehicle, mirip dengan Sherp, yang terkenal mampu melibas lumpur, batu, hingga perairan.

Baca Juga: Toyota New Veloz Hybrid EV Dorong Popularitas Mobil Hybrid, Ini Fakta Penting soal Baterainya

Kemampuannya cukup impresif, kecepatan darat hingga 60 km/jam, kecepatan air sekitar 7 km/jam, mampu melewati sungai, rawa, hingga bebatuan ekstrem.

Meski demikian, performa di air memang terbatas tidak lebih dari 5 mph karena fokus utamanya tetap pada kemampuan lintas medan.

Ciri paling mencolok dari Atlas adalah penggunaan ban raksasa berdiameter 25 inci dengan profil tebal. Ban ini bukan sekadar untuk traksi, tapi juga berfungsi memberikan daya apung saat melintasi air.

Selain itu, kendaraan ini dibekali, Tangki bahan bakar 100 liter untuk perjalanan jarak jauh, Sistem inflasi ban otomatis, Differential lock depan dan belakang, Pompa air untuk mode amfibi.

Konfigurasi kabin juga unik, dengan tiga baris bangku dan posisi pengemudi di tengah, menegaskan orientasi utilitarian ketimbang kenyamanan premium.

Untuk urusan dapur pacu, Atlas mengandalkan mesin diesel 1.5-liter K9K dari Renault.

Mesin ini cukup familiar karena juga digunakan di berbagai model Nissan, Suzuki, hingga Mahindra. Outputnya, Tenaga: 90 hp, Torsi: 220 Nm.

Baca Juga: Yamaha GEAR ULTIMA Tampil Lebih Segar, Fitur Makin Lengkap untuk Mobilitas Keluarga Modern

Tenaga disalurkan ke keempat roda melalui transmisi manual 5-percepatan. Jelas, fokus Atlas bukan kecepatan, melainkan kemampuan bertahan dan mobilitas di kondisi ekstrem.

Gagal Capai Harga Minimum

Meski tampil unik dan punya kapabilitas tinggi, Atlas tetap kesulitan menarik minat pasar luas. Dalam lelang terbarunya, penawaran tertinggi hanya mencapai USD 120.000, belum memenuhi harga cadangan (reserve price) yang ditetapkan penjual.

Beberapa faktor yang diduga memengaruhi diantaranya Status tidak road-legal di Amerika Serikat, Brand yang belum dikenal luas, Harga yang relatif tinggi untuk kendaraan niche

Atlas mungkin terlihat seperti kendaraan ideal untuk ekspedisi ekstrem bahkan skenario “zombie apocalypse” namun realitanya pasar kendaraan seperti ini sangat terbatas.

Di satu sisi, ia menawarkan kemampuan yang nyaris tak tertandingi. Namun di sisi lain, faktor legalitas, harga, dan kepraktisan membuatnya sulit bersaing di pasar yang lebih luas.

Bagi segelintir petualang sejati, Atlas adalah alat penakluk alam. Tapi bagi kebanyakan konsumen, ini tetap sekadar mesin ekstrem yang menarik untuk dilihat bukan untuk dimiliki.

Related Articles

Back to top button