Ambisi Changan Rebut Pasar EV Hingga 2030, Integrasikan Avatr dan Deepal
Moveroad.id – Changan Automobile mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik global dengan mengintegrasikan dua brand New Energy Vehicle (NEV) andalannya, Avatr dan Deepal. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Chairman Changan, Zhu Huarong, pada 21 April 2026.
Langkah integrasi ini menjadi bagian penting dari strategi global “1445” yang tengah dijalankan Changan untuk memperkuat efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri EV yang semakin ketat.
Dalam skema baru yang diusung, Changan mengadopsi pendekatan “independent front-end, collaborative mid-to-back-end”. Artinya, Avatr dan Deepal akan tetap mempertahankan identitas brand, lini produk, hingga jaringan penjualan masing-masing.
Baca juga: Dealer Pertama Changan di Bandung Resmi Beroperasi, Bukti Komitmen Ekspansi
Namun di sisi belakang layar, kedua brand akan berbagi sumber daya, mulai dari riset dan pengembangan (R&D), rantai pasok, hingga proses manufaktur. Integrasi ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Strategi ini diyakini mampu memangkas biaya operasional hingga 20–30 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan produk di tengah tekanan inovasi yang terus meningkat di segmen kendaraan listrik.
Zhu Huarong juga menegaskan komitmen “tiga tidak berubah” dalam restrukturisasi ini, yakni strategi utama perusahaan, positioning masing-masing brand, serta hak dan kepentingan konsumen tetap dipertahankan.
Target Ambisius 1,5 Juta Unit
Integrasi Avatr dan Deepal bukan sekadar efisiensi, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun “power block” di segmen menengah hingga premium.
Changan menargetkan total penjualan gabungan kedua brand mencapai 1,5 juta unit per tahun pada 2030.
Deepal akan menjadi tulang punggung volume dengan menyasar segmen harga 150.000–300.000 yuan, dan ditargetkan menyumbang hingga 1 juta unit. Sementara Avatr difokuskan pada pasar premium di rentang 250.000–700.000 yuan, dengan target penjualan 500.000 unit per tahun.
Baca juga: Changan Percepat Pengembangan Mobil Hidrogen, Siapkan Generasi Baru Meluncur 2027
Langkah ini juga sejalan dengan agresivitas ekspansi global Changan. Deepal baru saja memperluas pasar ke Inggris melalui peluncuran SUV S05 yang menawarkan jarak tempuh hingga 303 mil (WLTP) serta teknologi fast charging 3C.
Di sisi lain, Avatr terus memperkuat citra sebagai brand EV premium dengan membuka pre-order model performa tinggi Avatr 06T wagon, yang diklaim memiliki tenaga hingga 955 hp.
Kinerja Berbeda di Awal 2026
Meski memiliki visi yang sama, performa kedua brand pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren yang berbeda.
Deepal mencatatkan pertumbuhan positif dengan 53.601 unit penjualan, naik 5,2 persen secara tahunan. Sebaliknya, Avatr mengalami penurunan signifikan dengan hanya 11.703 unit, turun 41,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan kuat di balik integrasi backend, guna menyeimbangkan pertumbuhan volume Deepal sekaligus memperkuat kembali positioning premium Avatr.
Integrasi ini merupakan pilar penting dalam strategi “1445” Changan, yang menargetkan total penjualan 5 juta unit per tahun pada 2030.
Dalam roadmap tersebut, kendaraan listrik diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen total volume, sementara pasar internasional diharapkan berkontribusi lebih dari 40 persen.
Sebagai gambaran, pada 2025 Changan mencatatkan penjualan 2,91 juta unit secara global, termasuk 1,11 juta kendaraan listrik tumbuh signifikan 51,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan langkah integrasi ini, Changan menunjukkan pendekatan yang semakin matang dalam menghadapi era elektrifikasi. Alih-alih sekadar menambah model baru, pabrikan asal Tiongkok ini kini fokus pada efisiensi struktural untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan—baik dari sisi volume maupun profitabilitas di pasar global.



