Mobil

Badai Besar Terjang Produsen Otomotif China, 4 Juta Lebih Mobil Bermasalah 

Moveroad.id – Industri otomotif China diguncang gelombang recall terbesar dalam sejarahnya. Badan Pengatur Pasar Tiongkok atau State Administration for Market Regulation (SAMR) mengumumkan penarikan sekitar 4,27 juta kendaraan dari sembilan kelompok produsen akibat persoalan pada mekanisme pembuka pintu darurat.

Tesla menjadi merek dengan jumlah kendaraan terdampak paling besar, mencapai 2.975.910 unit. Di belakangnya terdapat Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC BluePark, dan FAW.

Persoalan yang menjadi perhatian bukan semata-mata kerusakan komponen pintu, melainkan sulitnya menemukan dan mengoperasikan gagang mekanis darurat di dalam kabin ketika sistem kelistrikan kendaraan mengalami kegagalan.

Baca Juga: MG ZS Hybrid+ ke Konsumen Lewat Pameran Mall-to-Mall dan BNI wondrX 2026

Menurut SAMR, gagang mekanis darurat pada kendaraan yang terdampak memiliki warna yang terlalu mirip dengan trim interior. Dalam kondisi normal, desain tersebut mungkin terlihat rapi dan menyatu dengan kabin. Namun, situasinya berubah ketika kendaraan mengalami kecelakaan berat dan sistem kelistrikan tegangan rendah (low-voltage system) tidak lagi berfungsi.

Dalam kondisi tersebut, penumpang dapat kesulitan menemukan mekanisme pelepas pintu untuk keluar dari kendaraan. Kondisi yang sama juga berpotensi menyulitkan proses penyelamatan dari luar.

Tesla Jadi Penyumbang Recall Terbesar

Tesla menjadi sorotan utama dalam gelombang recall ini. Total kendaraan Tesla yang ditarik karena persoalan gagang pintu darurat mencapai 2.975.910 unit, terdiri dari kendaraan produksi China maupun unit impor.

Untuk produksi lokal, recall mencakup 973.156 unit Model 3 yang diproduksi pada 4 Maret 2019 hingga 29 April 2026 dan 1.956.713 unit Model Y yang diproduksi pada 16 November 2020 hingga 30 April 2026.

Sementara kendaraan impor melansir Dari Carnewschina yang terdampak terdiri dari 35.590 unit Model 3, 8.328 unit Model X, dan 2.123 unit Model S. Pelaksanaan recall untuk kelompok kendaraan tersebut dijadwalkan mulai 25 September 2026.

Tesla akan memasang stiker peringatan secara gratis untuk memperjelas lokasi gagang mekanis darurat. Selain itu, pabrikan akan melakukan pembaruan perangkat lunak melalui Over-The-Air (OTA) untuk menambahkan strategi penurunan kaca jendela setelah terjadi kecelakaan.

Dengan cara tersebut, ketika pintu sulit dibuka setelah kecelakaan, kaca dapat diturunkan sehingga memberikan alternatif akses keluar bagi penumpang maupun jalur masuk bagi petugas penyelamat.

Xiaomi SU7 Ikut Terdampak 390 Ribu Unit

Xiaomi juga masuk dalam daftar produsen yang melakukan recall. Total 390.435 unit Xiaomi SU7 produksi 2024 terdampak.

SAMR membagi penarikan Xiaomi SU7 menjadi dua kelompok produksi, yakni 339.069 unit yang dibuat pada 8 Agustus 2024 hingga 4 Maret 2026 dan 51.366 unit yang diproduksi pada 27 Desember 2023 hingga 16 Agustus 2024.

Perbaikannya dilakukan dengan memasang label peringatan pada lokasi gagang mekanis darurat. Xiaomi juga akan melakukan pembaruan OTA untuk mengoptimalkan logika pembukaan kunci melalui konsol tengah serta strategi penurunan kaca setelah kecelakaan.

Kasus Xiaomi menjadi perhatian karena sebelumnya terjadi kecelakaan fatal yang melibatkan SU7 dan menimbulkan pertanyaan mengenai akses keluar darurat ketika kendaraan kehilangan daya. Namun, penyebab dan mekanisme setiap kecelakaan harus dibedakan dari alasan teknis yang secara resmi menjadi dasar recall.

Bukan Hanya Tesla dan Xiaomi

Gelombang recall tersebut juga mencakup sejumlah pemain besar industri otomotif China.

Berikut rincian kendaraan yang ditarik terkait persoalan mekanisme gagang pintu darurat:

PabrikanModelJumlah
TeslaModel 3, Model Y, Model X, Model S2.975.910
XiaomiSU7390.435
LeapmotorC11 dan C01371.200
XpengG6, P7+, X9264.842
Zeekr007 dan X92.658
CheryiCar 03 dan Fulwin X364.488
DongfengNammi 06, Aeolus L8, eπ 007, eπ 00853.452
BAIC BlueParkArcFox Kaola46.860
FAW HongqiEH7 dan Tiangong 084.035

Jika dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar 4,27 juta kendaraan. Angka tersebut menjadikan kampanye recall terkait mekanisme pintu darurat ini sebagai salah satu penarikan kendaraan terbesar yang pernah dilakukan China.

Masalahnya Ada pada Desain yang Terlalu Minimalis

Penggunaan gagang pintu flush atau tersembunyi sebenarnya bukan teknologi baru. Desain tersebut banyak digunakan mobil listrik modern karena memberikan tampilan bodi yang lebih bersih sekaligus mendukung efisiensi aerodinamika.

Namun, desain minimalis dapat berubah menjadi persoalan keselamatan apabila mekanisme utama bergantung pada sistem elektronik.

Dalam kecelakaan berat, sistem kelistrikan tegangan rendah dapat mengalami gangguan. Ketika mekanisme elektronik tidak bekerja, penumpang harus mengandalkan pelepas mekanis.

Masalahnya, mekanisme tersebut pada sebagian kendaraan tidak langsung terlihat. Bahkan, warnanya dapat menyatu dengan panel pintu sehingga membutuhkan waktu untuk ditemukan. Dalam situasi kebakaran atau kecelakaan berat, tambahan beberapa detik untuk mencari mekanisme pintu bisa menjadi sangat berarti.

China Siapkan Standar Baru Mulai 2027

Recall besar-besaran ini juga tidak berdiri sendiri. China sebelumnya telah menerbitkan standar nasional GB 48001-2026 – Safety Technical Requirements for Automobile Door Handle yang akan berlaku mulai 1 Januari 2027. Standar tersebut menetapkan persyaratan teknis baru untuk gagang pintu kendaraan.

Salah satu ketentuan pentingnya adalah setiap pintu, kecuali pintu belakang, harus memiliki mekanisme pelepasan mekanis pada bagian eksterior.

Untuk bagian interior, setiap pintu juga diwajibkan memiliki sedikitnya satu gagang yang dapat membuka pintu secara mekanis. Gagang tersebut harus mudah dikenali dan terlihat jelas dari posisi penumpang.

Posisinya juga diatur. Gagang mekanis interior harus berada di lokasi yang tidak terhalang komponen interior dan ditempatkan pada pintu atau maksimal 300 mm dari tepi pintu.

Selain itu, mekanisme tersebut harus memiliki penanda permanen yang mudah dikenali serta kontras dengan warna latar. Standar ini juga mengatur visibilitas penanda dalam kondisi gelap.

Dengan demikian, aturan baru China sebenarnya tidak sekadar melarang desain gagang pintu tersembunyi, tetapi lebih menekankan bahwa sistem pintu harus tetap menyediakan mekanisme mekanis yang dapat diandalkan dalam kondisi darurat.

Recall Besar Jadi Evaluasi untuk Industri Mobil Listrik

Gelombang recall ini memberikan pesan penting bagi industri kendaraan listrik: desain dan teknologi tidak boleh mengorbankan fungsi keselamatan dasar.

Gagang pintu flush, tombol elektronik, dan berbagai fitur smart car memang menjadi bagian dari evolusi kendaraan modern. Tetapi ketika kendaraan mengalami kecelakaan dan kehilangan suplai listrik, mekanisme paling sederhana justru dapat menjadi komponen yang paling menentukan.

Bagi produsen, solusi berupa label peringatan dan pembaruan OTA merupakan langkah jangka pendek. Sementara itu, standar baru yang mulai berlaku 2027 menunjukkan perubahan pendekatan regulator China: fitur keselamatan darurat harus dirancang agar tetap dapat digunakan ketika sistem elektronik kendaraan tidak bekerja.

Besarnya angka recall juga menjadi pengingat bagi konsumen. Saat membeli mobil listrik, bukan hanya jarak tempuh, kemampuan pengisian cepat, fitur ADAS, atau kecanggihan layar yang perlu diperhatikan. Cara membuka pintu ketika seluruh sistem kendaraan mati juga merupakan bagian penting dari keselamatan.

Related Articles

Back to top button