Agak Lain, Peluncuran SUV Baru di China Malah Tes Guling
Moveroad.id – Nama Freelander kembali muncul di pasar China melalui kolaborasi Chery Jaguar Land Rover (CJLR). Salah satu produk awal dari merek yang dihidupkan kembali tersebut adalah Freelander 8, SUV berukuran besar dengan teknologi extended-range electric vehicle (EREV), penggerak AWD dua motor, serta tenaga mencapai 818 hp.
Namun, bukan hanya spesifikasi yang menjadi perhatian saat peluncurannya. Freelander 8 juga menjadi sorotan setelah menjalani demonstrasi rollover ekstrem yang memperlihatkan kondisi SUV tersebut setelah mengalami beberapa kali terguling dan benturan.
Dalam demonstrasi yang digelar sebagai bagian dari peluncuran, Freelander 8 melaju menuruni lereng sebelum mengalami beberapa kali rollover dan benturan.
Baca juga: Reinkarnasi Sang Legenda! Freelander Kembali Hidup dengan Desain Inggris, Otak China
Setelah rangkaian tersebut, kondisi mobil terlihat cukup parah. Sejumlah bagian bodi mengalami deformasi, termasuk kap mesin, atap, dan beberapa panel eksterior. Kaca juga mengalami kerusakan, sementara bagian belakang kendaraan terlihat mengalami kerusakan cukup berat.
Menariknya, demonstrasi belum berakhir. Freelander 8 yang sama kemudian diperlihatkan masih mampu bergerak menggunakan tenaganya sendiri. SUV tersebut bahkan dibawa melewati medan kasar sebelum diarahkan menuju tanjakan curam dengan permukaan berpasir dan minim grip.
Meski mengalami kerusakan eksterior yang cukup parah, Freelander 8 masih mampu melewati tanjakan tersebut. Mobil yang telah mengalami rollover itu kemudian dibawa ke lokasi peluncuran dan dipamerkan di atas panggung dalam kondisi pascakecelakaan.
Bukan Uji Tabrak NCAP
Demonstrasi tersebut tampaknya ditujukan untuk menunjukkan ketahanan struktur dan sistem mekanis Freelander 8, khususnya kemampuan kendaraan untuk tetap bergerak setelah mengalami kecelakaan berat.
Namun, penting dicatat bahwa demonstrasi tersebut merupakan aksi yang diselenggarakan oleh pabrikan. Pengujian ini tidak dapat disamakan dengan uji tabrak standar yang dilakukan lembaga independen seperti NCAP.
Dengan kata lain, kemampuan Freelander 8 untuk tetap berjalan setelah rollover dalam demonstrasi tersebut belum dapat dijadikan tolok ukur langsung terhadap tingkat keselamatan kendaraan berdasarkan standar pengujian independen.
Dapat 5.000 Pesanan dalam 12 Jam
Di luar aksi ekstrem tersebut, Freelander 8 juga mendapat respons awal yang cukup positif di China. Pabrikan mengklaim telah mengantongi 5.000 pesanan dalam 12 jam setelah peluncuran.
Pesanan tersebut disebut sebagai firm order, karena menjadi tidak dapat dikembalikan setelah konsumen mengunci konfigurasi kendaraan yang dipilih. Sebelumnya, konsumen dapat memulai proses pemesanan dengan deposit sebesar 5.000 yuan.
Freelander 8 tersedia dalam tiga pilihan trim, yakni Pro, Max, dan Max+, dengan konfigurasi lima atau enam tempat duduk.
Harga versi Pro lima kursi dimulai dari 309.900 yuan, sementara konfigurasi enam kursi dibanderol 319.900 yuan.
Untuk varian Max, harga masing-masing mencapai 349.900 yuan untuk versi lima kursi dan 359.900 yuan untuk enam kursi.
Sementara varian tertinggi Max+ ditawarkan dengan harga 389.900 yuan untuk lima kursi dan 399.900 yuan untuk enam kursi.
Tenaga 818 HP dari Dua Motor Listrik
Freelander 8 merupakan SUV berukuran besar dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, dan tinggi 1.898 mm. Wheelbase-nya mencapai 3.040 mm dengan ground clearance 220 mm.
SUV ini juga memiliki kemampuan menarik beban hingga 2.000 kg. Untuk mendukung kemampuan manuver dan kenyamanan, Freelander 8 dibekali suspensi udara dual-chamber serta sistem kemudi roda belakang.
Penggunaan rear-wheel steering membuat radius putarnya diklaim hanya 5,15 meter, meski dimensi kendaraan tergolong besar.
Bobot kosong Freelander 8 mencapai 2.980 kg, atau hampir tiga ton.
Sumber tenaganya berasal dari sistem EREV yang mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai LFP berkapasitas 60,3 kWh.
Mesin bensin pada sistem ini terutama berfungsi sebagai range extender, sementara penggerak utama berasal dari dua motor listrik yang sekaligus memberikan sistem AWD.
Kombinasi kedua motor listrik menghasilkan tenaga 610 kW atau sekitar 818 hp, dengan torsi maksimum 813 Nm.
Baterainya memungkinkan Freelander 8 menempuh jarak hingga 310 km hanya dengan tenaga listrik berdasarkan siklus CLTC China.
Dengan bobot mendekati tiga ton, performanya terbilang agresif. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya membutuhkan 4,6 detik.
Punya Kaitan dengan Proyek Tata Avinya
Kembalinya nama Freelander juga menarik untuk dicermati dari perspektif India. Pasalnya, teknologi dari ekosistem Chery-JLR dilaporkan memiliki kaitan dengan rencana pengembangan lini kendaraan listrik premium Tata Avinya.
Tata Motors disebut tengah meninjau kembali strategi teknologi untuk keluarga Avinya dan beralih dari rencana awal menggunakan Electrified Modular Architecture (EMA) milik JLR.
Sumber menyebut arsitektur dari ekosistem Chery-JLR menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan. Model produksi pertama dengan strategi tersebut diperkirakan adalah Avinya X, yang menggunakan kode P2 dan ditargetkan meluncur pada 2027.
Rencana sebelumnya menggunakan platform EMA, tetapi pengembangan dan adaptasinya dinilai terlalu mahal untuk posisi pasar serta volume yang ditargetkan Avinya.
Pemanfaatan arsitektur dari ekosistem CJLR berpotensi membantu Tata menekan waktu pengembangan sekaligus meningkatkan daya saing biaya.
Meski demikian, Tata disebut tetap akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah komponen penting, termasuk elektronik, perangkat lunak, dan sistem kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan pasar India.
Tim engineering Tata Technologies di China juga dilaporkan terlibat dalam pengembangan tersebut bersama tim di India dan Inggris.
Bagi Freelander sendiri, kemunculan Freelander 8 menandai kembalinya nama yang pernah dikenal di industri SUV, kali ini dengan pendekatan elektrifikasi dan teknologi yang jauh berbeda dari era sebelumnya.



