Reinkarnasi Sang Legenda! Freelander Kembali Hidup dengan Desain Inggris, Otak China
Moveroad.id – Bagi pecinta SUV sejati, nama Freelander pasti memicu nostalgia. Pernah menyandang gelar SUV terlaris di Eropa pada masanya (1997-2002), kini sang legenda resmi “bangun dari tidur” melalui debut global yang spektakuler dalam ajang Brand Night di Wuhu, Tiongkok (25/4/2026).
Namun, ada yang berbeda kali ini. Freelander lahir kembali bukan sebagai produk tunggal Jaguar Land Rover (JLR), melainkan buah dari perkawinan strategis antara JLR dan Chery. Inilah resep baru otomotif masa depan: Warisan kemewahan Inggris yang dipadukan dengan kecerdasan teknologi “gila-gilaan” dari Tiongkok.
Sebagai pembuka jalan, Freelander 8 diperkenalkan sebagai representasi utuh dari identitas baru brand ini. Menariknya, desain mobil ini dikomandoi oleh Phil Simmons—pria jenius yang juga membidani Range Rover Velar dan Land Rover Defender.
Secara visual, Freelander 8 membawa aura British Unconventionality. Desain bodinya mengadopsi Castle Body design yang kokoh, lengkap dengan signature triangle window yang ikonik. Di dalam kabin, kemewahan Inggris tetap terasa lewat zero-gravity seat di baris kedua, namun kini bersanding dengan ultra-wide screen yang sangat futuristik.
Jika desain jadi urusan Inggris, maka urusan “otak” diserahkan sepenuhnya pada kepiawaian teknologi Chery. Freelander 8 dibekali perangkat keras kelas atas dengan Snapdragon 8295 Chip: Chipset proses 5nm yang menjamin kokpit super responsif.
Selain itu terdapat Multi-Screen untuk Mendukung hingga delapan koneksi layar secara simultan. Serta adanya L2+ ADAS & VPD, fitur keselamatan standar tingkat tinggi, termasuk Advanced Valet Parking Driver (VPD) yang memungkinkan mobil parkir sendiri tanpa bantuan pengemudi.
Kemampuan All-Terrain yang Tidak Main-main
Jangan sebut Freelander jika tidak bisa diajak kotor-kotoran. Mobil ini menggunakan Intelligent All-Terrain System (i-ATS) pertama di dunia yang mendukung sembilan mode medan secara real-time.
Dukungan teknisnya pun sangat serius: virtual central lock, electronic limited-slip differential (e-LSD) pada penggerak belakang, serta dual-chamber air suspension. Kombinasi ini menjanjikan kenyamanan mobil premium di jalan aspal, namun tetap “buas” saat melibas jalur off-road.
Chery dan JLR tidak mau main-main soal kualitas. Freelander 8 dirancang untuk meraih predikat Five-Star Safety di seluruh dunia, mulai dari ENCAP (Eropa) hingga ASEAN NCAP (Asia Tenggara). Sebelum dijual massal, lebih dari 1.000 unit uji jalan dikirim ke berbagai negara untuk memastikan daya tahannya di 99% kondisi jalan nyata.
Strategi Global: Incar 90 Negara
Freelander tidak hanya hadir untuk pasar Tiongkok. Menggunakan basis produksi cerdas seluas 840.000 m² di Changshu (investasi lebih dari USD 1,5 miliar), brand ini siap melakukan ekspansi ke 90 negara dengan target 1.100 titik layanan dalam lima tahun ke depan. Timur Tengah menjadi titik awal, dan pasar global lainnya segera menyusul.
Banyak yang mungkin skeptis saat mendengar brand Inggris dibuat di Tiongkok. Namun, Freelander 8 adalah pembuktian bahwa ini adalah simbiosis mutualisme yang cerdas.
JLR membawa brand image premium dan kemampuan sasis yang sudah teruji puluhan tahun, sementara Chery menyuntikkan kecepatan inovasi digital yang saat ini sulit dikejar oleh pabrikan Eropa tradisional. Dengan desain dari Phil Simmons, Freelander 8 tidak terasa seperti ‘mobil China yang dipaksa jadi Inggris’, melainkan sebuah SUV premium modern yang punya identitas kuat. Jika harga yang ditawarkan kompetitif, Freelander bisa menjadi mimpi buruk bagi kompetitor di kelas SUV premium keluarga.”



