Mengenal Mitsubishi Eclipse Cross EV Jarak Tempuh 650 Km Harga Rp600 Juta
Moveroad.id – Mitsubishi Eclipse Cross EV mendapat pembaruan teknis setahun setelah debut di Eropa. SUV listrik ini kini menawarkan pilihan baterai LFP 67 kWh dan NMC 89 kWh, dengan jarak tempuh maksimum mencapai 650 km berdasarkan WLTP.
Mitsubishi memperbarui Eclipse Cross EV untuk pasar Eropa. Setahun setelah pertama kali diperkenalkan, SUV listrik tersebut kini mendapatkan pilihan baterai baru sekaligus peningkatan kapasitas pada varian dengan baterai berukuran lebih besar.
Pembaruan ini menarik karena teknologi yang digunakan Eclipse Cross EV memiliki hubungan erat dengan Renault Scenic E-Tech. Keduanya merupakan model kembar yang berbagi sejumlah teknologi, termasuk sistem elektrifikasi dan platform.
Perubahan paling signifikan hadir pada pilihan baterai. Mitsubishi kini menawarkan baterai berkapasitas 67 kWh dengan kimia Lithium Iron Phosphate (LFP). Baterai ini memberikan jarak tempuh hingga 472 km berdasarkan standar WLTP.
Pilihan baterai tersebut sebelumnya juga telah digunakan pada Renault Megane E-Tech versi facelift.
Sementara itu, varian dengan baterai berkapasitas besar tetap menggunakan kimia Nickel Manganese Cobalt (NMC). Namun, kapasitasnya meningkat dari sebelumnya 87 kWh menjadi 89 kWh.
Peningkatan kapasitas tersebut turut mendongkrak jarak tempuh. Eclipse Cross EV dengan baterai 89 kWh kini mampu menempuh hingga 650 km dalam sekali pengisian berdasarkan pengujian WLTP.
Angka tersebut meningkat 15 km dibandingkan model sebelumnya yang memiliki jarak tempuh maksimum sekitar 635 km.
Motor Listrik Lebih Bertenaga
Meskipun mendapatkan pembaruan pada sistem baterai, Mitsubishi tidak mengubah konfigurasi motor listrik Eclipse Cross EV secara mendasar.
SUV ini tetap menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan dan menggerakkan roda depan. Namun, outputnya mengalami sedikit peningkatan.
Motor listrik tersebut kini menghasilkan tenaga 220 hp atau sekitar 164 kW, setara 223 PS. Angka ini naik sekitar 5 hp dibandingkan model sebelumnya.
Dengan konfigurasi tersebut, Eclipse Cross EV tetap mengedepankan karakter sebagai SUV listrik yang mengutamakan efisiensi dan jarak tempuh untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Kedua pilihan baterai juga mendukung pengisian cepat DC. Baterai 67 kWh membutuhkan waktu sekitar 24 menit untuk mengisi daya dari 15 hingga 80 persen.
Sementara baterai 89 kWh membutuhkan sekitar 28 menit untuk mencapai tingkat pengisian yang sama.
Mitsubishi tidak melakukan perubahan desain pada Eclipse Cross EV setelah satu tahun beredar di pasar Eropa.
Eksterior masih mempertahankan desain yang diperkenalkan ketika SUV listrik tersebut pertama kali meluncur. Begitu pula dengan interior yang masih menggunakan tata letak dan perangkat teknologi sebelumnya.
Di dalam kabin terdapat dua layar berukuran 12,3 inci. Sistem infotainment menggunakan perangkat lunak berbasis Google yang juga ditemukan pada sejumlah model Renault.
Strategi Mitsubishi kali ini lebih difokuskan pada peningkatan aspek teknis, terutama pilihan baterai dan efisiensi jarak tempuh, ketimbang melakukan penyegaran desain.
Harga Turun Signifikan
Pembaruan Eclipse Cross EV juga diikuti perubahan menarik dari sisi harga, khususnya di Belanda.
Varian Mid-Range dengan baterai 67 kWh akan dipasarkan mulai November 2026 dengan harga diskon €32.990, atau sekitar Rp600 jutaan jika dikonversikan secara kasar.
Harga tersebut sudah memperhitungkan insentif kendaraan listrik sebesar €3.000.
Sementara varian Long-Range dengan baterai 89 kWh baru akan tersedia kemudian. Model dengan baterai besar versi sebelumnya masih ditawarkan dengan harga mulai €40.490.
Jika dibandingkan dengan harga perkenalan Eclipse Cross EV di Belanda tahun lalu yang mencapai €45.690, harga awal model terbaru turun cukup drastis.
Selisihnya mencapai €12.700.
Penurunan harga tersebut membuat Eclipse Cross EV semakin kompetitif di tengah persaingan SUV listrik Eropa yang semakin ketat. Terlebih, varian baru 67 kWh menawarkan kombinasi kapasitas baterai yang lebih kecil, teknologi LFP, serta jarak tempuh hingga 472 km.
Mitsubishi dijadwalkan mulai membuka pemesanan Eclipse Cross EV terbaru di sejumlah negara Eropa pada November 2026.
Untuk pasar Amerika Serikat, konsumen masih harus bersabar. Mitsubishi belum membawa generasi baru Eclipse Cross berbasis listrik tersebut ke Negeri Paman Sam, sehingga model Eclipse Cross yang lebih tua masih menjadi pilihan di sana.



