Mobil

BMW Mulai Ungkap Pesaing Mobil Listrik, Jarak Tempuh 750 Km 

Moveroad.id – BMW mulai membuka lebih banyak informasi mengenai BMW iX5 Hydrogen, SUV berbahan bakar hidrogen yang kini memasuki tahap pengujian lebih lanjut sebelum diproduksi secara massal.

Menariknya, prototipe iX5 Hydrogen terbaru terlihat menjalani pengujian tanpa kamuflase. Hal ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai tampilan SUV hidrogen BMW tersebut ketika nantinya masuk ke pasar.

Secara desain, BMW tidak memberikan banyak perbedaan antara iX5 Hydrogen dengan varian X5 bermesin pembakaran maupun versi listrik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa BMW ingin teknologi hidrogen hadir dalam bentuk SUV yang tetap familiar bagi konsumen.

Baca juga: Bukti Kualitas Industri Aftermarket Lokal, BMW Passato Siap Masuk Rantai Pasok Global di SEMA Show 2026

Pada prototipe pengujian memang masih terlihat livery bertuliskan “BMW Hydrogen”. Namun, secara keseluruhan bentuk bodi, bumper, grille, hingga desain roda dibuat tetap menyatu dengan karakter X5 modern.

BMW tidak menghadirkan elemen desain yang terlalu futuristis hanya untuk menegaskan bahwa mobil ini menggunakan hidrogen. Pendekatan tersebut membuat iX5 Hydrogen terlihat seperti SUV BMW pada umumnya.

Fokus BMW Ada di Sistem Penggerak

Di balik desain yang relatif konvensional, BMW justru tengah menguji integrasi sejumlah komponen utama pada sistem penggeraknya.

BMW menyebut pengujian saat ini berfokus pada bagaimana sistem fuel cell, baterai tegangan tinggi, dan motor listrik dapat bekerja secara optimal sebagai satu kesatuan.

Baca juga: Wuling Raih KESGI Award 2026, Perakitan Baterai EV Jadi Sorotan

Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dari karakter BMW iX5 Hydrogen. Fuel cell menghasilkan energi listrik untuk menggerakkan motor, sementara baterai tegangan tinggi menjadi bagian dari sistem elektrifikasi kendaraan.

Dengan pendekatan tersebut, iX5 Hydrogen tetap merupakan kendaraan listrik dari sisi penggerak, tetapi sumber energinya berbeda dari mobil listrik baterai konvensional.

BMW menargetkan SUV ini mampu menempuh jarak hingga 750 km dalam sekali pengisian hidrogen.

Angka tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik karena BMW tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga ingin menawarkan kemampuan jelajah yang dapat disandingkan dengan SUV listrik berukuran serupa.

Akselerasi 0-100 Km/Jam Kurang dari 5 Detik

Performa juga menjadi bagian yang tidak dilepaskan BMW dari iX5 Hydrogen.

SUV ini ditargetkan mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari lima detik. Dengan demikian, teknologi fuel cell tidak ditempatkan semata-mata sebagai solusi kendaraan rendah emisi, tetapi tetap diarahkan untuk mempertahankan karakter performa khas BMW.

BMW juga menyebut proses pengisian hidrogen iX5 Hydrogen hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.

Waktu tersebut menjadi salah satu perbedaan penting dibandingkan kendaraan listrik baterai yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi energi, tergantung kapasitas baterai dan kemampuan charger.

Dengan kombinasi jarak tempuh hingga 750 km dan waktu pengisian kurang dari lima menit, BMW mencoba menawarkan karakter penggunaan yang mendekati kendaraan konvensional, tetapi dengan sistem penggerak listrik.

Masuk Tahap Menuju Produksi Massal

BMW iX5 Hydrogen saat ini menggunakan sistem fuel cell generasi ketiga yang sedang menjalani fase pengujian prototipe sebelum kendaraan memasuki tahap finalisasi produksi.

Produksi kendaraan tersebut nantinya direncanakan berlangsung di BMW Group Plant Steyr.

BMW juga menegaskan bahwa pengembangan iX5 Hydrogen tidak hanya berkaitan dengan teknologi fuel cell, tetapi bagaimana seluruh sistem dapat bekerja secara terintegrasi.

Josef Hochreiter, Head of Hydrogen Vehicles BMW Group, mengatakan ambisi BMW terhadap iX5 Hydrogen adalah menghadirkan kendaraan yang tetap memiliki karakter khas BMW sekaligus mengandalkan teknologi hidrogen.

Menurutnya, koordinasi antara sistem fuel cell, baterai tegangan tinggi, dan sistem penggerak listrik menjadi kunci dalam pengembangan kendaraan tersebut.

Dengan memasuki tahap pengujian prototipe yang semakin dekat dengan produksi, BMW iX5 Hydrogen menunjukkan bahwa teknologi fuel cell masih menjadi salah satu jalur elektrifikasi yang dipertimbangkan BMW.

Berbeda dari kendaraan listrik baterai yang menyimpan energi dalam jumlah besar di dalam baterai, iX5 Hydrogen membawa energi dalam bentuk hidrogen dan mengubahnya menjadi listrik melalui fuel cell.

BMW belum menjadikan iX5 Hydrogen sebagai model volume seller seperti varian X5 lainnya. Namun, kehadirannya menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi BMW tidak hanya bertumpu pada baterai.

Jika berhasil masuk produksi sesuai rencana, iX5 Hydrogen akan menjadi salah satu representasi pendekatan BMW terhadap kendaraan listrik berbasis hidrogen, dengan fokus pada jarak tempuh panjang, pengisian energi cepat, serta performa yang tetap menjadi bagian dari identitas merek tersebut.

Related Articles

Back to top button