Mobil

Suzuki Salip Nissan, Resmi Jadi Produsen Mobil Terbesar Ketiga Jepang pada 2025

Moveroad – Di tengah tekanan yang masih membayangi Nissan, rival senegaranya, Suzuki, justru mencatatkan momentum positif. Pada 2025, Suzuki berhasil menyalip Nissan dan resmi menjadi produsen mobil terbesar ketiga di Jepang berdasarkan total penjualan global.

Performa ini menegaskan arah yang kontras antara kedua pabrikan. Suzuki terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir, sementara Nissan masih berjuang memulihkan bisnisnya, bukan hanya untuk mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga stabilitas perusahaan.

Penjualan Suzuki Terus Naik

Secara global, Suzuki membukukan penjualan sekitar 3,3 juta unit sepanjang 2025, naik 1,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini menandai lima tahun berturut-turut pertumbuhan penjualan global Suzuki.

Baca juga: Servis di Bengkel Resmi Suzuki, Pelanggan Bisa Dapat Tiket Gratis Masuk IIMS 2026

Meski cukup kuat di pasar domestik Jepang, tulang punggung Suzuki justru berasal dari luar negeri. Dari total penjualan tersebut, sekitar 2,6 juta unit disumbang pasar internasional.

Kontributor terbesar datang dari India, di mana Suzuki—melalui Maruti Suzuki—mencatatkan penjualan lebih dari 1,8 juta unit selama 2025.

Menariknya, keberhasilan Suzuki menyalip Nissan terjadi meski merek ini tidak bermain di dua pasar otomotif terbesar dunia, yakni Amerika Serikat dan China. Fokus Suzuki pada kendaraan kecil, efisien, dan terjangkau di Asia justru menjadi senjata utama dalam menjaga volume penjualan.

Nissan Masih Tertekan

Di sisi lain, performa Nissan pada 2025 masih menghadapi tantangan. Penjualan Nissan di Jepang turun cukup tajam, yakni merosot 15,2 persen dibanding 2024.

Di luar Jepang, penjualan Nissan juga melemah 2,6 persen, sehingga secara global Nissan mengalami penurunan total sekitar 4,4 persen sepanjang 2025.

Baca juga: Jurus Jitu Multi-pathway Bikin Suzuki Tidak Mati Kutu dari BEV

Namun, ada satu wilayah yang masih menjadi penopang Nissan, yakni Amerika Utara. Penjualan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko naik 2,2 persen menjadi sekitar 1,3 juta unit.

Sebaliknya, performa Nissan di China, Eropa, dan pasar lainnya justru turun di kisaran 6–7 persen selama 2025.

SUV Jadi Andalan Nissan

Nissan menilai segmen SUV dan truk masih menjadi penyelamat kinerja mereka, khususnya di Amerika Utara.

“Trucks dan SUV menjadi mesin pertumbuhan Nissan sepanjang 2025,” kata Mike Soutter, Senior Vice President U.S. Marketing and Sales Nissan Americas, dilansir yahoo finance Kamis (5/2/2026). 

Menurutnya, model seperti Murano, Armada, Pathfinder, Frontier, dan Kicks mampu menjaga pangsa pasar ritel Nissan. Ke depan, Nissan juga menyiapkan Pathfinder facelift serta Rogue PHEV perdana untuk memperkuat posisi di segmen paling kompetitif.

Strategi Suzuki vs Nissan

Keberhasilan Suzuki melampaui Nissan memperlihatkan strategi yang berbeda. Suzuki mengandalkan:

  • Mobil kecil dan efisien.
  • Harga terjangkau di pasar berkembang.
  • Dominasi Asia, terutama India.
  • Volume tinggi ketimbang margin besar.

Sementara Nissan masih bertumpu pada:

  • SUV dan truk di Amerika Utara.
  • Restrukturisasi global.
  • Pemulihan citra dan portofolio produk.

Perubahan posisi ini menegaskan bahwa peta persaingan pabrikan Jepang tengah bergeser. Suzuki yang dulu dikenal sebagai spesialis mobil kecil kini menjelma menjadi kekuatan global berbasis volume, sementara Nissan masih harus bekerja keras agar tak semakin tertinggal.

Related Articles

Back to top button