Raksasa Mulai Goyah? Penjualan BYD Turun 8 Bulan Berturut-turut, Ekspor Jadi Penyelamat!
Moveroad.id – Peta persaingan mobil listrik (EV) global sedang mengalami turbulensi hebat. Sang pemimpin pasar asal Tiongkok, BYD, baru saja merilis rapor penjualan April 2026 yang memberikan sinyal kontradiktif: sebuah “lampu kuning” di pasar domestik, namun ledakan prestasi di pasar internasional.
Berdasarkan data terbaru, BYD berhasil melepas 314.100 unit kendaraan penumpang pada April ini. Secara angka, memang ada kenaikan tipis 6,2% dibanding Maret (295.639 unit). Namun, jika kita melihat gambaran besarnya, BYD sedang dalam tekanan berat.
Meskipun ada tren pemulihan pasca libur Tahun Baru Imlek, performa year-on-year (YoY) BYD menunjukkan penurunan sebesar 15,7%. Ini menandai bulan kedelapan berturut-turut penurunan penjualan tahunan sejak September 2025.
Baca juga: Generasi Baru BYD Atto 3 Pakai Flash Charging 5 Menit, Demi Dongkrak Penjualan yang Anjlok
Perang harga yang brutal di Tiongkok dan biaya perangkat keras yang membengkak tampaknya mulai menggerogoti profitabilitas perusahaan. Laba bersih BYD pada kuartal pertama dilaporkan anjlok 55,4% menjadi 4,09 miliar yuan (sekitar Rp9,5 triliun).
Ekspor: “Cavalry Charge” dari Shenzhen
Di tengah lesunya pasar domestik, strategi ekspansi global BYD justru berbuah manis. Inilah poin-poin krusial yang patut disimak:
- Rekor Luar Negeri: Penjualan di luar Tiongkok mencapai 134.542 unit (naik fantastis 70,9% YoY).
- Dominasi Ekspor: Hampir separuh dari total volume penjualan April (42,8%) disumbangkan oleh pasar internasional.
- Target 2026: BYD mengincar angka 1,5 juta unit penjualan luar negeri tahun ini. Hingga April, mereka sudah mengantongi 455.707 unit.
Tidak semua lini produk BYD mengalami kelesuan. Berikut rincian performa sub-brand mereka di bulan April dilansir Carnewschina.
| Brand | Penjualan (Unit) | Performa (YoY) |
| Main Brand (Dynasty & Ocean) | 273.448 | ↓ 21,2% |
| Fang Cheng Bao (Off-road) | 29.138 | ↑ 190,2% |
| Denza (Premium) | 11.250 | ↓ 26,9% |
| Yangwang (Ultra Luxury) | 264 | ↑ 95,6% |
Sebagai catatan BYD saat ini sedang berada di persimpangan jalan. Meskipun mereka masih merajai jalanan di banyak negara termasuk mulai masifnya populasi Atto 3 dan Seal di Indonesia tekanan di pasar Tiongkok tidak bisa dianggap remeh.
Di negara prinsipilnya, harapan besar BYD kini digantungkan pada teknologi Flash Charger terbaru dan generasi kendaraan pengisian daya ultra-cepat mereka. BYD butuh ‘pembeda’ yang nyata untuk memenangkan hati konsumen di tengah gempuran brand lokal Tiongkok lainnya yang semakin agresif.
Jika teknologi pengisian daya ini sukses, ini akan jadi ‘kavaleri’ yang menyelamatkan posisi mereka. Jika tidak? Tahta EV global bisa saja berpindah tangan.”



