Kiamat Sopir Taksi? Geely Perkenalkan EVA Cab, Robotaxi Pertama dengan LiDAR 2.160-Line dan Otak AI Super
Moveroad.id – Jika Anda mengira kendaraan otonom masih sebatas film fiksi ilmiah, Geely Auto baru saja membuktikan bahwa masa depan itu sudah terparkir di depan mata. Dalam ajang Auto China (Beijing Auto Show) 2026, Geely mengguncang industri dengan memperkenalkan EVA Cab, prototipe robotaxi purpose-built pertama asal Tiongkok yang siap beroperasi tanpa pengemudi.
Dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility, EVA Cab bukan sekadar mobil listrik biasa. Ia adalah “robot berjalan” yang mengusung teknologi Full-Domain AI 2.0, menandai ambisi Geely untuk menguasai jalanan umum secara komersial pada tahun 2027.
Apa yang membuat EVA Cab begitu istimewa? Jawabannya terletak pada sistem indranya. Mobil ini menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan LiDAR digital 2.160-line. Deteksi Jarak Jauh: Mampu melihat objek hingga sejauh 600 meter.
Baca juga: Ambisi Gila Geely: Ingin Jadi “Toyota Versi China” di Australia, Siap Gusur Dominasi BYD?
Akurasi Tinggi: Memproses hingga 25,92 juta titik per detik, memastikan kendaraan mengenali setiap pergerakan sekecil apa pun di sekitarnya. Otak Super: Ditenagai oleh kolaborasi chip kasta tertinggi—NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397. Total kekuatan komputasinya menembus 3.000 TOPS, ribuan kali lebih kuat dari komputer rumahan standar.
Karena tidak lagi memerlukan sopir, desain interior EVA Cab mengalami revolusi total. Geely mengusung konsep “Tech-driven Mobility Leading to a Better Life”:
Pintu Geser Elektrik, Bukaan ekstra lebar untuk akses masuk yang elegan. Tata Letak Berhadapan, Kursi kabin dirancang berhadapan, menciptakan ruang interaksi sosial bagi penumpang. Estetika Humanis: Dilengkapi dengan Galaxy Skyroof dan panel pintu Drifting Galaxy, memberikan suasana hangat yang jauh dari kesan kaku mesin.
Baca juga: Mobil China Kalang Kabut di Pasar AS, Geely Potensi Melenggang Pakai Pabrik Volvo
Tak perlu khawatir soal peretasan. EVA Cab menggunakan arsitektur listrik EEA 4.0 dengan enkripsi berbasis kuantum. Ini memberikan perlindungan end-to-end antara kendaraan dan cloud, menjaga privasi data serta keamanan sistem Over-the-air (OTA) dari gangguan siber.
Melalui EVA Cab, Geely secara tegas mengirimkan pesan kepada dunia: mereka telah bertransformasi dari perusahaan otomotif menjadi raksasa teknologi mobilitas. Target komersialisasi di tahun 2027 melalui CaoCao Mobility bukan sekadar gertakan, mengingat uji coba sudah berjalan mulus di kota-kota besar seperti Hangzhou dan Suzhou.
Penggunaan LiDAR 2.160-line adalah lompatan besar (quantum leap) yang mempecundangi kompetitor global lainnya. Dengan kapasitas pusat komputasi sebesar 23,5 EFLOPS, Geely kini memiliki infrastruktur AI terbesar di industri otomotif Tiongkok. Jika proyek ini berhasil, kita akan melihat pergeseran fundamental di mana kendaraan tidak lagi dianggap sebagai barang milik, melainkan layanan (Service) cerdas yang tanpa kemacetan dan tanpa kecelakaan.”



