Ekspor Toyota Indonesia Tembus 3,37 Juta Unit, Mobil Hybrid Makin Diminati Global
Moveroad.id – Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu basis produksi kendaraan Toyota untuk pasar global. Hingga September 2026, ekspor kumulatif Toyota Indonesia telah mencapai 3.375.490 unit kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU), yang dikirim ke lebih dari 100 negara.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan 55 tahun Toyota di Indonesia, sekaligus memperlihatkan kemampuan industri otomotif nasional dalam memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional.
Menariknya, pertumbuhan ekspor Toyota kini tidak hanya ditopang kendaraan bermesin konvensional. Permintaan kendaraan elektrifikasi, khususnya model hybrid produksi Indonesia, juga menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026.
Kontribusi tersebut turut mengantarkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih penghargaan Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA).
Baca juga: Toyota Pamer AE86 Keiichi Tsuchiya hingga GR Yaris di IMX 2026
Penghargaan diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso pada 14 Oktober 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang.
Toyota Kuasai 60,3 Persen Ekspor Mobil Nasional
Besarnya peran Toyota dalam industri otomotif Indonesia terlihat dari kinerja ekspor kendaraan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Berdasarkan data TMMIN, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai 223.696 unit. Angka tersebut tumbuh 2,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari total ekspor CBU nasional sebanyak 371.260 unit, Toyota menyumbang sekitar 60,3 persen. Artinya, enam dari setiap sepuluh mobil utuh yang diekspor Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 merupakan kendaraan bermerek Toyota.
Capaian tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang Toyota sebagai eksportir otomotif. Sejak pengiriman perdana pada 1987, jangkauan ekspor kendaraan produksi Indonesia terus berkembang hingga mencakup kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Tidak hanya kendaraan utuh, aktivitas ekspor Toyota Indonesia juga meliputi kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen otomotif, mesin utuh, komponen mesin, hingga dies dan jig untuk kebutuhan manufaktur di berbagai negara.
Ekspor Mobil Hybrid Toyota Melonjak 64 Persen
Salah satu perkembangan menarik dari kinerja ekspor Toyota Indonesia tahun ini datang dari segmen kendaraan elektrifikasi. Dua model hybrid yang diproduksi di dalam negeri, yakni Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV, mencatatkan pertumbuhan ekspor cukup tinggi.
Hingga kuartal ketiga 2026, total ekspor kedua model tersebut mencapai 25.752 unit, meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi sinyal bahwa kendaraan hybrid buatan Indonesia semakin mendapatkan tempat di pasar internasional.
Di tengah transformasi industri otomotif global menuju elektrifikasi, Indonesia juga mulai memperluas perannya dari sekadar basis produksi kendaraan menjadi pemasok komponen utama.
TMMIN menargetkan realisasi ekspor HEV battery pack assembly pada paruh kedua 2026. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan rantai pasok kendaraan elektrifikasi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menilai perkembangan teknologi elektrifikasi membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan manufaktur nasional.
“Transformasi menuju elektrifikasi merupakan bagian dari perubahan besar dalam industri otomotif global. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia perlu mengambil peran lebih besar, bukan hanya sebagai pasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga sebagai negara produsen dan eksportir kendaraan maupun komponen utamanya.
Manfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas untuk Perluas Pasar
Di balik pertumbuhan ekspor tersebut, pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas menjadi salah satu faktor yang mendukung daya saing produk Toyota buatan Indonesia.
TMMIN memanfaatkan sejumlah skema Free Trade Agreement (FTA) yang telah dijalin pemerintah Indonesia dengan negara mitra dagang.
Baca juga: TMMIN Borong PROPER Emas dan Hijau 2026, Perkuat Komitmen Industri Hijau dan Mobilitas Berkelanjutan
Beberapa di antaranya meliputi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), termasuk skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut membantu kelancaran ekspor produk otomotif Indonesia ke Jepang, negara-negara ASEAN, hingga Uni Emirat Arab sesuai ketentuan yang berlaku.
Kontribusi dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional inilah yang membawa TMMIN meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia.
Baca juga: Ikuti Gaya Tiongkok, Pengujian Toyota Hilux EV Bukan Adu Tabrak Tapi Ditiban Karavan 760 Kilogram
“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” kata Nandi.
Didukung 760 Pemasok dan 360 Ribu Tenaga Kerja
Kinerja ekspor Toyota juga memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem industri otomotif nasional.
Saat ini, aktivitas manufaktur TMMIN didukung jaringan rantai pasok yang melibatkan sekitar 760 pemasok, mulai dari Tier 1 hingga Tier 3, serta sekitar 360.000 tenaga kerja dalam ekosistem industrinya.
Keterlibatan pemasok lokal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi sekaligus meningkatkan kemampuan industri Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Dengan demikian, aktivitas ekspor kendaraan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perdagangan nasional, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi industri komponen dan sektor pendukung otomotif.
Veloz Hybrid hingga Innova Zenix Cash Carrier Tampil di TEI 2026
Dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober di ICE BSD, TMMIN turut memperlihatkan perkembangan kemampuan manufaktur nasional melalui sejumlah produk.
Salah satu yang ditampilkan adalah Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) dalam bentuk cut body. Model ini memperlihatkan konstruksi kendaraan sekaligus kemampuan manufaktur Indonesia dalam memproduksi mobil berteknologi elektrifikasi.
Toyota juga menghadirkan Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle (CCV), kendaraan hasil konversi yang dirancang untuk memperlihatkan fleksibilitas platform kendaraan dalam memenuhi kebutuhan operasional khusus.
Menariknya, kehadiran TMMIN kali ini tidak terbatas pada produk otomotif.
Perusahaan turut menampilkan Kopi Wonosalam, produk lokal binaan sejak 2024 yang mengadopsi Toyota Production System (TPS) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi.
Partisipasi tersebut memperlihatkan bagaimana pendekatan manufaktur yang selama ini diterapkan industri otomotif dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha di sektor lain.
Bersiap Ekspor Komponen Otomotif ke Amerika Serikat
Selain memperkuat ekspor kendaraan hybrid dan menyiapkan pengiriman komponen baterai, Toyota Indonesia juga berencana memperluas aktivitas ekspor komponen otomotif ke Amerika Serikat.
Pada paruh kedua 2026, TMMIN menyiapkan pengiriman langsung komponen kendaraan untuk kebutuhan purnajual atau aftermarket di pasar tersebut.
Langkah ini memperlihatkan semakin beragamnya produk manufaktur otomotif Indonesia yang berpeluang masuk ke rantai pasok internasional.
Setelah 55 tahun beroperasi di Indonesia, tantangan Toyota kini bukan sekadar mempertahankan volume ekspor kendaraan, melainkan meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan di dalam negeri.
Pertumbuhan ekspor kendaraan hybrid, pengembangan komponen baterai, serta perluasan pasar menjadi bagian penting dalam menjaga posisi Indonesia di tengah perubahan industri otomotif global.
Dengan ekspor kumulatif yang telah melampaui 3,37 juta unit, Toyota Indonesia memiliki pijakan untuk memperkuat perannya sebagai salah satu pusat produksi dan ekspor otomotif di kawasan.



