MotorTips

Motor Matik Bunyi Gredek dan Berdecit? Ini Penyebab CVT Bermasalah dan Solusinya

Moveroad.id – Munculnya getaran disertai bunyi gredek saat motor matik mulai berjalan, atau suara berdecit sewaktu berakselerasi, kerap memicu rasa khawatir bagi para pemilik kendaraan. Suara abnormal tersebut menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Sebagai komponen vital yang bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, kerusakan pada CVT yang dibiarkan tanpa penanganan dapat merembet ke komponen lain dan menurunkan performa kendaraan.

Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengedukasi masyarakat mengenai penyebab utama timbulnya masalah pada CVT serta pentingnya melakukan perawatan berkala guna menjaga kondisi sepeda motor tetap optimal.

Sistem CVT bekerja mengatur rasio putaran mesin secara otomatis agar akselerasi terasa responsif tanpa perlu perpindahan gigi manual. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa bunyi gredek muncul saat proses gesekan antara kampas ganda dan mangkok kopling tidak berlangsung sempurna.

Baca Juga:Wahana Honda Tebar Promo Kemerdekaan, Diskon Hingga Rp6,5 Juta dan Bebas Oli 4 Kali

Ketika permukaan kampas atau mangkok dalam kondisi kotor, licin, atau aus, penyaluran tenaga mesin ke roda belakang akan terhambat sehingga menimbulkan getaran yang dirasakan pengemudi sebagai bunyi gredek.

Beberapa faktor utama penyebab munculnya bunyi gredek dan berdecit pada area CVT mencakup:

  • Penumpukan Debu: Debu sisa gesekan komponen menempel pada mangkok kopling dan kampas ganda, sehingga mengikis daya cengkeram saat berakselerasi.
  • Mangkok Kopling Licin (Glazing): Suhu panas berlebih membuat permukaan mangkok menjadi mengilap, menyebabkan gesekan kampas tidak lagi optimal.
  • Kampas Ganda Aus: Gesekan yang terjadi secara terus-menerus mengikis ketebalan kampas ganda hingga menipis atau terbakar.
  • V-Belt Kering atau Getas: Komponen V-belt yang mulai mengeras, retak, atau licin dapat memicu suara berdecit serta mengorbankan efisiensi daya mesin.

Langkah Perawatan Berkala di Bengkel Resmi

Guna mengembalikan performa transmisi otomatis agar tetap responsif, pemilik sepeda motor disarankan melakukan pembersihan area CVT secara rutin setiap menempuh jarak 2.000 hingga 5.000 kilometer. Komponen yang telah menunjukkan tanda-tanda keausan seperti V-belt atau kampas ganda juga harus segera diganti dengan suku cadang baru.

Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengimbau para pengguna motor Honda untuk melakukan pemeriksaan berkala di bengkel resmi AHASS. Langkah pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan harus memperbaiki kerusakan berat yang terlanjur parah.

Layanan servis berkala di area Jakarta dan Tangerang didukung oleh 293 jaringan bengkel resmi AHASS. Seluruh outlet ditangani oleh teknisi tersertifikasi standar pabrikan serta menjamin penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) yang presisi dan tahan lama.

Related Articles

Back to top button