Bukan Perang Produk, Produsen Mobil Listrik China Mulai Perang Teknologi Fast Charging
Moveroad.id – Persaingan teknologi mobil listrik China kembali memanas. Setelah BYD memperkenalkan teknologi Flash Charging dengan kemampuan pengisian hingga 1.500 kW, kini giliran Geely Auto Group yang memperkenalkan teknologi pengisian daya baru dengan klaim daya lebih tinggi.
Diberi nama Geely Smart Charging, teknologi ini dikembangkan dengan menggabungkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dikembangkan bersama StepFun dan generasi kelima Geely Smart Charging Station. Geely mengklaim sistem tersebut mampu menghasilkan daya pengisian puncak hingga 2.250 kW.
Dalam pengujian yang dilakukan Geely terhadap Lynk & Co 01 dan Zeekr 001, teknologi tersebut diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam 4 menit 30 detik. Sementara untuk pengisian dari 10 persen hingga 97 persen, waktu yang dibutuhkan disebut sekitar 8 menit 40 detik.
Baca juga: Geely EX5 Terbaru di China Makin Bertenaga, Apa Bedanya dengan Versi Indonesia?
Angka tersebut secara nominal lebih tinggi dibanding teknologi Flash Charging 1.500 kW milik BYD. Sistem BYD sebelumnya diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit, sedangkan pengisian 10–97 persen membutuhkan sekitar sembilan menit.
AI Menjaga Suhu Baterai
Pengisian baterai dengan daya hingga ribuan kilowatt tentu menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait temperatur baterai.
Untuk mengatasi hal tersebut, Geely mengintegrasikan sistem AI yang diklaim mampu memprediksi perubahan temperatur baterai selama proses pengisian.
Algoritma tersebut kemudian menyesuaikan tingkat daya pengisian secara real-time berdasarkan kondisi baterai.
Geely menyebut sistemnya dirancang untuk menjaga temperatur baterai selama pengisian tetap berada di bawah 55 derajat Celsius.
Pendekatan ini menjadi penting karena pengisian berdaya sangat tinggi dapat menghasilkan panas yang lebih besar. Pengendalian temperatur menjadi salah satu faktor yang menentukan kestabilan sekaligus keamanan proses pengisian.
Gunakan Ultra Short Blade Battery Generasi Baru
Selain teknologi pengisian cepat, Geely juga memperkenalkan generasi terbaru Ultra Short Blade Battery.
Geely mengklaim baterai tersebut mampu membantu menurunkan temperatur saat proses pengisian hingga sekitar 10 persen.
Kombinasi antara baterai dengan kemampuan termal yang lebih baik, sistem pengisian berdaya tinggi, serta pengaturan berbasis AI menjadi fondasi teknologi Geely Smart Charging.
Dengan pendekatan tersebut, Geely tidak hanya mengejar angka daya pengisian maksimum, tetapi juga berupaya menjaga temperatur baterai ketika energi dialirkan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
BYD Sudah Lebih Dulu Bangun Infrastruktur
Meski Geely saat ini mengklaim memiliki daya pengisian puncak yang lebih tinggi, persaingan teknologi fast charging tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis.
BYD telah lebih dahulu bergerak dalam pembangunan infrastrukturnya. Dalam enam bulan setelah memperkenalkan teknologi Flash Charging, BYD disebut telah memasang lebih dari 10.000 stasiun pengisian di China.
BYD menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 20.000 stasiun di China hingga akhir 2026.
Perusahaan juga telah menyatakan rencana ekspansi internasional dengan target membangun sekitar 6.000 stasiun hingga April 2027. Sejumlah wilayah yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Eropa, Inggris, Timur Tengah, Afrika, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Artinya, persaingan antara Geely dan BYD dalam teknologi pengisian cepat bukan hanya mengenai siapa yang memiliki angka charging power lebih tinggi.
Kemampuan menghadirkan baterai yang mampu menerima daya besar, menjaga temperatur, serta membangun jaringan pengisian yang luas akan menjadi bagian penting dalam menentukan seberapa jauh teknologi tersebut dapat digunakan oleh konsumen.
Bagi perkembangan kendaraan listrik, persaingan ini menunjukkan bahwa waktu pengisian baterai terus menjadi salah satu area utama yang dikejar produsen. Jika teknologi seperti yang diklaim Geely dan BYD dapat diterapkan secara luas, waktu pengisian mobil listrik berpotensi semakin mendekati durasi berhenti kendaraan untuk kebutuhan singkat dalam perjalanan.



